imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hi semua, rasa sudah lama sekali saya tak ngepost. Mungkin tak ada yang peduli tentang hal ini, tapi saya tak ngepost karena ada ujian tengah semester hehehehehehe.

Karena di forum-forum banyak yang membahas virus Corona saya punya cerita yang berkaitan dengan hal tersebut.

"Kematian Merah" telah sejak dulu meluluh-lantakkan negara.  Tidak ada pemah yang lebih baik atau lebih baik dari wabah itu. Darah adalah entitas dasarmya dan wabah segelnya-darah yang kemerah-merahan dan mengerikan.

Mula-mula muncul rasa sakit yang dan kemudian terjadi pendarahan parah dari pori-pori yang terjadi kematian. Dan seluruh penyakit itu, mulai dari kejang-kejang, bertambah parahnya penyakit itu, dan timbul penyakit yang baru saja terjadi hanya tergantung jam saja.

Tapi Pangeran Prospero bahagia dan tidak gentar dan cerdas, Ketika daerah kekuasaannya berkurang setengah populasinya, ia memanggil seribu temannya yang kuat dan sehat dan periang dari antara para ksatria dan lady di istananya, dan bersama-sama mereka bersembunyi ke tempat pengasuhan di salah satu biara purinya.

Biara ini adalah bangunan yang luas dan megah, ciptaan si pangeran sendiri yang bercitarasa eksentrik namun sangat megah. Sebuah dinding yang kuat dan kokoh. Dinding ini memiliki gerbang besi. Para penghuni istana itu, setelah pindah ke istana tersebut, membawa serta dan palu-palu besar dan melas gemboknya. 

Mereka dibuat tidak menyisakan jalan masuk atau keluar keluar muncul kemudian muncul kata hati karena keputusasaan atau kegilaan dari penghuni gedung itu.

Biara itu diist banyak sekali persiapan makanan. Dengan tindakan pencegahan itu, para penghuni istana bisa menghindari penyakit yang tertular itu.  Penduduk dunia luar bisa mengurus dirinya sendiri.

Sementara itu, berduka atau berpikir merupakan tindakan yang bodoh. Sang pangeran telah menyediakan semua fasilitas kenyamanan. Ada para pelawak, ahli improvisasi, para penari balet, para musisi, gadis-gadis cantik, dan anggur. Di dalam bangunan itu adalah semua ini dan keamanan. Di luar bangunan ini terdapat "Kematian Merah." 

Menjelang akhir bulan kelima atau keenam pengasingan dirinya, dan sambil wabah itu merajalela dengan sangat dahsyat di luar negeri, Pangeran Prospero menghibur ribuan temannya pada pesta dansa topeng yang kemegahannya sangat tidak lazim.  Pesta topeng itu sangat meriah....

.....Dan kesuka-riaan itu terus-menerus berlanjut hingga akhimya terdengar suara jam dinding tengah tengah

.....Dan mungkin sebelum gema terakhir dentang jam dinding itu berhenti, ada banyak individu di tengah gerombolan massa yang tadinya  Bersantai tiba-tiba menyadari keberadaan satu sosok bertopeng membuka yang tadinya tidak menarik perhatian individu mana pun sama sekali terakhir.

Sosok itu tinggi dan tebal-kering dan cekung, dan diselubungi kain kafan dari kepala hingga ujung kaki. Topeng yang menyembunyikan wajah itu dibuat hampir mirip dengan tampang satu mayat kaku, Sehingga jika ditelaah dengan seksama pasti siapa pun sulit membedakan apakah wajahnya topeng atau bukan. Namun demikian, semua ini mungkin sanggup dihadapi jika tidak ada dukungan dari orang-orang yang bersuka-ria dan edan di sekelilingnya.

Namun, sosok bertopeng itu telah bertindak jauh dengan meniru jenis Kematian Merah. Bajunya berlumuran darah-dan alisnya yang lebar, serta serta seluruh wajahnya dilabur warna merah tua yang mengerikan.....

Segerombolan orang yang bersuka-ria seketika itu juga masuk ke dalam ruangan hitam itu, dan kemudian merenggut tubuh si sosok bertopeng yang tinggi, tegak  berdiri, dan tak bergeming di dekat bayang-bayang jam dinding kayu hitam itu, terkesiap ngeri saat mendapati kain kafan dan tampang mirip dengan mayat, yang mereka hadapi dengan sangat kasar, ternyata tidak memiliki bentuk yang sama sekali lagi.  Dan sekarang mereka baru mengakui Kematian Merah. 

la telah datang seperti pencuri tengah malam.  Dan satu persatu orang-orang yang bersuka-ria itu ambruk di pesta yang berlumuran darah, dan masing-masing dari mereka mati dengan postur tubuh menyedihkan saat jatuh ke lantai.  Dan jam dinding kayu hitam itu pun berhenti bersamaan dengan kematian para tamu pesta itu.  Dan nyala api di persetujuan pun padam.  Dan Kegelapan serta Pembusukan dan Kematian Merah menguasai segalanya tampa batas. 

My Favorit Story
THE MASQUE OF THE RED DEATH
EDGAR ALLAN POE
1809-1849.

Saya rasa cerita ini sudah cukup jelas saya sampaikan jadi saya rasa saya tak perlu menjelaskan apa kaitannya dengan kondisi sekarang. Mungkin ada yang tak setuju dengan Edgar Allan, tapi saya tak ada maksud untuk menyalakan cara Kaka untuk menghadapi situasi sekarang.

Saya mohon maaf jika ada salah kata atau ada kalimat yang menyinggung Kaka dan terima kasih telah membaca ^^

$IHSG

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy