RITEL BELAJAR
BERITA BAGUS, KOK SAHAM MALAH TURUN?
Pernah lihat begini?
Laba perusahaan naik 50%
Tapi ternyata…
Saham malah turun.
Kok bisa?
Karena pasar saham tidak hanya melihat berita hari ini.
Pasar juga melihat:
Ekspektasinya sebelumnya apa
Contoheeeee
Perusahaan ABC diperkirakan mencetak laba Rp100 miliar.
Ternyata hasilnya:
Laba = Rp120 miliar
Kelihatannya bagus, kan?
Naik 20% dari ekspektasi.
Tapi ternyata sebelumnya banyak investor sudah berharap
Laba bisa Rp150 miliar.
Jadi ketika laporan keluar
Ekspektasi Rp150 M
Realisasi Rp120 M
Walaupun laba tetap naik, hasilnya di bawah ekspektasi pasar.
Harga saham bisa merespons negatif.
Ini yang disebut Priced In
Kadang kabar baik sudah tercermin dalam harga saham sebelum beritanya resmi keluar.
Contoh
Sebelum laporan keuangan:
Rp1.000 ke Rp1.300
Lalu laporan keluar:
Laba naik 30%
Tapi saham justru:
Rp1.300 → Rp1.200
Kenapa?
Karena sebagian pelaku pasar mungkin sudah mengantisipasi kabar tersebut sebelumnya.
Bisa juga karena Profit Taking
Misalnya saham sudah naik
Rp1.000 naik Rp1.500
Kemudian berita bagus benar-benar keluar.
Investor yang sudah membeli di Rp1.000 bisa berpikir
Beritanya sudah keluar. Saatnya ambil keuntungan.
Mereka menjual.
Akibatnya:
Berita bagus
Harga turun
Bukan berarti beritanya buruk.
Bisa saja karena ekspektasi sudah tercermin di harga dan sebagian investor merealisasikan keuntungan.
Coba biasakan
Apa yang sudah diantisipasi pasar?
Hasil aktualnya dibanding ekspektasi bagaimana?
Harga sudah naik berapa banyak sebelumnya?
Bagaimana respons volume dan price action?
Di pasar saham, bukan cuma kabarnya yang penting.
Yang penting juga adalah bagaimana kabar tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar.
dan apakah dimainin big player juga.
suka bahasan ini jangan lupa ikuti akun ini, dan join external comunity untuk bincang2 seputar saham, analisis, dll kode A44794
$DOOH $BUMI $IHSG
1/2

