Short Selling Kembali Aktif 1 Oktober 2026
Yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Masuk
Setelah hampir enam tahun absen sejak dilarang pada Maret 2020, instrumen short selling akhirnya diaktifkan kembali oleh BEI secara bertahap mulai 1 Oktober 2026. Regulasinya mengacu pada POJK No. 6 Tahun 2024 dan SK Direksi BEI No. Kep-00135/BEI/09-2026. Kabar ini disambut antusias para trader, tapi sebelum ikut terjun, ada baiknya kita bedah tuntas mekanismenya, karena short selling bukan instrumen yang bisa dimainkan sembarangan.
Secara sederhana, short selling adalah strategi menjual saham yang belum kamu miliki. Kamu pinjam saham dari sekuritas, jual di harga sekarang, lalu beli kembali saat harganya turun untuk mengembalikan pinjaman. Selisihnya jadi keuntungan, setelah dikurangi biaya. Analoginya seperti meminjam buku dari teman, menjualnya Rp100.000, lalu membelinya kembali di harga Rp70.000, kamu kantongi selisih Rp30.000. Tapi ingat, untungmu terbatas karena harga tidak mungkin negatif, sementara rugimu tidak terbatas karena harga bisa naik tanpa batas.
Pada tahap awal, hanya lima saham yang diizinkan: ASII, $BBCA , $BRPT , $BUMI , dan INDF. Semuanya dipilih karena likuiditas tinggi dan merupakan konstituen LQ45. Daftar ini dievaluasi setiap bulan dan berpotensi bertambah. Yang bisa memfasilitasi baru dua sekuritas: Semesta Indovest dan Ajaib Sekuritas.
Syaratnya tidak main-main. Kamu wajib punya rekening aktif minimal enam bulan, membuka rekening khusus short selling, menandatangani perjanjian pinjam-meminjam efek, dan menyetor jaminan awal 50% dari nilai transaksi atau Rp50 juta, mana yang lebih tinggi. Jadi transaksi Rp80 juta tetap setor Rp50 juta, sementara transaksi Rp200 juta baru setor Rp100 juta.
Setelah posisi berjalan, ada dua lapis jaminan yang wajib dipelihara: jaminan pemeliharaan minimal 150% dari nilai transaksi, dan rasio jaminan minimum 135% dari nilai pasar posisi short. Bayangkan posisi short Rp400 juta dengan jaminan Rp600 juta, rasionya 150%, aman. Kalau harga naik dan posisi jadi Rp480 juta, rasio turun ke 125% dan margin call dipicu. Kamu harus menambah jaminan dalam tiga hari bursa. Kalau rasio jatuh di bawah 120%, sekuritas langsung forced buy.
Dalam skema IDSS (Intraday Short Selling), posisi short wajib ditutup di hari yang sama, kalau gagal serah, dendanya 125% dari harga tertinggi. Itulah alasan jaminan selalu lebih besar dari nilai short selling, sebagai buffer risiko.
Ada juga aturan batas harga: order jual short wajib dipasang di harga yang sama dengan atau di atas harga terakhir di bursa. Kalau harga terakhir BBCA Rp9.000, kamu boleh pasang di Rp9.000 atau lebih tinggi, tapi tidak boleh di Rp8.975. Aturan ini mencegah short seller menekan harga secara agresif.
Bagian paling teknis adalah kuota per Anggota Bursa. Setiap AB dibatasi maksimum 0,02% dari saham tercatat, dan bisa lebih tinggi tergantung tier transaksi hariannya. Untuk ASII kuotanya 8,01 juta lembar, BBCA 24,66 juta, BRPT 18,74 juta, BUMI 74,27 juta, dan INDF 1,76 juta lembar. Kuota ini per AB, bukan dibagi. Kalau Semesta pakai penuh, Ajaib tetap punya jatah sendiri. Tapi total outstanding di pasar dibatasi 0,04%.
Pertanyaan yang sering muncul: kalau kuota itu diborong satu nasabah, bisa terdeteksi? Jawabannya bisa, dan kemungkinan besar akan terdeteksi, lewat SID yang terhubung ke KSEI, monitoring real-time oleh AB, laporan harian ke BEI, dan kewenangan BEI menghentikan transaksi jika ada indikasi manipulasi. Jadi bisa secara teknis, tapi sulit tanpa jejak.
Yang tidak boleh dilupakan adalah risiko dan sanksinya. Risiko terbesarnya adalah kerugian tak terbatas, margin call dan forced buy, biaya pinjam saham harian, serta risiko likuiditas. Pelanggaran ketentuan dikenai sanksi administratif sesuai POJK No. 6/2024 Pasal 48, dan bisa masuk ranah pidana jika mengandung unsur manipulasi pasar.
Pada akhirnya, short selling bukan mainan. BEI menerapkan aturan berlapis, jaminan 150%, rasio minimum 135%, forced buy 120%, uptick rule, dan kuota 0,02% per AB, semuanya untuk mencegah tekanan pasar yang tidak terkendali.
Kalau kamu belum benar-benar memahami mekanismenya, pelajari dulu dengan matang, mulai dari posisi kecil, disiplin memantau rasio jaminan setiap hari, dan ingat bahwa instrumen ini hanya cocok untuk investor berpengalaman dengan manajemen risiko yang ketat.
1/10









