Perbedaan Karakter Menkeu Baru Suahasil Nazara dengan Purbaya Yudhi Sadewa
Kemarin siang Presiden Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu baru. Buat trader dan investor $IHSG, jangan berhenti di berita reshuffle nya. Yang lebih penting justru cari tau siapa orangnya, dari tradisi kebijakan mana dia datang dan bagaimana dia akan mengelola APBN.
Suahasil ini bukan orang baru di Kemenkeu.
Dia ekonom UI, profesor sejak 2009, pernah menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal 2015–2019, lalu Wakil Menkeu sejak 2019. Pendidikan ekonominya ditempa dari UI, Cornell, sampai University of Illinois. Jadi DNA-nya memang "fiscal policymaker dan technocrat", bukan pendatang baru yang harus belajar membaca APBN dari nol.
Klo Purbaya itu punya karakter kebijakan yang jauh lebih ekspansif dan berani mengambil resiko. Selama menjadi Menkeu, pendekatannya lebih kuat pada dorongan pertumbuhan, likuiditas dan penggunaan kebijakan fiskal untuk menggerakkan ekonomi. Bahkan kebijakannya pernah dikaitkan dengan injeksi Rp200 triliun ke sistem perbankan.
Suahasil ini berbeda.
Jejaknya di BKF menunjukkan perhatian besar pada kredibilitas APBN, konsolidasi fiskal, kualitas belanja, reformasi subsidi, penerimaan negara dan koordinasi fiskal-moneter.
Jadi pergantiannya bisa dibaca sebagai:
Purbaya = growth first.
Suahasil = credibility first.
Bukan berarti Suahasil itu anti-pertumbuhan. Justru dia pernah menyatakan pertumbuhan harus ditopang kombinasi fiskal, moneter dan sektor riil.
Kalau Suahasil berhasil mengembalikan kepercayaan terhadap fiskal maka risk premium Indonesia bisa turun. Yield SBN lebih terkendali, rupiah punya ruang stabil, lalu foreign flow berpotensi kembali masuk ke aset Indonesia.
Tapi ada sisi lainnya.
Kalau kredibilitas fiskal dijaga dengan pengetatan belanja yang terlalu cepat maka pertumbuhan laba emiten bisa ikut tertekan.
Jadi gw belum langsung bilang Suahasil akan bullish untuk IHSG.
Yang gw monitor justru tiga indikator penting ini:
defisit APBN, yield SBN dan $USDIDR.
Dari tiga variabel itu barulah kelihatan apakah pergantian Menkeu ini benar-benar menjadi turning point kepercayaan pasar atau cuma pergantian nama di kursi fiskal.
Terimakasih Bapak Purbaya Yudhi Sadewa dan selamat bertugas Bapak Suahasil Nazara.
