imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Etika Kepemimpinan : Refleksi dari Kasus Vishal

Garg dan Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa
Dua peristiwa yang terjadi pada waktu berdekatan, yaitu pencopotan Vishal Garg dari kursi CEO Better Homes & Finance dan pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia, memberikan titik pijak menarik untuk merefleksikan bagaimana akuntabilitas kepemimpinan bekerja, baik di ranah korporasi maupun pemerintahan.

Vishal Garg dikenal karena memecat 900 karyawan sekaligus melalui panggilan Zoom pada akhir 2021, sebuah tindakan yang sejak awal dinilai publik sebagai tindakan nir-empati dan menjadi studi kasus etika kepemimpinan di era digital. Pada Agustus 2026, dewan direksi akhirnya mencopotnya dari posisi CEO, diiringi anjloknya saham perusahaan hingga 45 persen. Dalam kasus ini, panggilan telepon/Zoom itu sendiri adalah momen pemecatan: karyawan diberi tahu langsung dalam satu panggilan massal tanpa pertemuan personal, sehingga cara pemberhentian itu sendiri yang menjadi sumber kritik etis. Cara seorang pemimpin memperlakukan bawahannya, bukan sekadar hasil finansial yang dicapainya, menjadi dasar legitimasi ia layak atau tidak mempertahankan jabatan.

Apakah gaya pemecatan yang serba mendadak dan dingin seperti itu etis secara kemanusiaan? Jawabannya tidak. Perubahan arah organisasi atau kebutuhan politik mungkin tidak terhindarkan, tetapi empati, rasa hormat, dan penghormatan atas martabat manusia adalah standar etika minimal dalam kepemimpinan. Ketika pemecatan dilakukan tanpa pertimbangan rasa kemanusiaan, yang cidera bukan hanya reputasi sang pemimpin, melainkan juga rasa kepercayaan dan rasa aman (psychological safety) lingkungan di sekitarnya.
https://cutt.ly/AyxyzGBq
$IHSG$BBRI$BBCA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy