Fundamental BWPT menunjukkan momentum yang semakin positif memasuki Semester II-2026.
‎
‎Beberapa poin utama:
‎
‎🔹 Pendapatan Semester I-2026 mencapai Rp3,26 triliun, tumbuh sekitar 17% YoY dari Rp2,77 triliun.
‎
‎🔹 Laba periode berjalan mencapai Rp215 miliar, meningkat sekitar 16% YoY dibandingkan Rp185,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
‎
‎🔹 Pertumbuhan tidak hanya mengandalkan harga CPO. Manajemen menekankan operational excellence, efisiensi biaya, mekanisasi, digitalisasi, dan penguatan struktur keuangan sebagai fondasi pertumbuhan.
‎
‎🔹 Hilirisasi menjadi katalis menarik. BWPT mengembangkan Kernel Crushing Plant (KCP) di Kalimantan Tengah dengan kapasitas sekitar 200 ton/hari atau 60.000 ton/tahun, yang nantinya dapat menghasilkan CPKO dan palm kernel meal sehingga berpotensi meningkatkan value capture perusahaan.
‎
‎🔹 Perseroan juga mengembangkan Biogas Power Plant, mill extension, new planting, replanting, mekanisasi dan infrastruktur operasional sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
‎
‎🔹 Dari sisi keberlanjutan, BWPT juga terus memperkuat implementasi ESG dan pada 2026 masuk dalam Indeks ESG-KEHATI, menunjukkan perhatian perusahaan terhadap aspek keberlanjutan dan tata kelola.
‎
‎BWPT bukan hanya cerita kenaikan harga CPO, tetapi mulai menarik dari sisi transformasi bisnis, efisiensi dan hilirisasi.
‎
‎Sumber : PT Eagle High Plantations Tbk — Laporan Keuangan Juni 2026, Investor Relations, Keterbukaan Informasi dan Investor Update.
$BBRI
$BMRI
$BBCA