Ekspansi $ELSA tahun ini terlihat dari bertambahnya proyek dan penguatan aset operasional. Pada September 2026, Elnusa memperoleh dua proyek survei seismik 3D seluas sekitar 150 km² di Musi Banyuasin. Proyek ini menambah eksposur ELSA ke pelanggan di luar Pertamina Group, sejalan dengan strategi memperbesar kontribusi pasar non-captive.
Di luar jasa hulu migas, sebagian capex 2026 juga diarahkan untuk memperkuat distribusi dan logistik energi, termasuk penambahan armada tangki serta pengembangan Terminal LPG Kolaka dan Fuel Terminal Palaran. ELSA juga memiliki carry-forward contract sekitar Rp18,8 triliun yang menjadi basis pekerjaan ke depan. Sementara itu, pembahasan mengenai potensi penggabungan dengan PDSI masih berada pada tahap internal dan belum menjadi keputusan aksi korporasi final.
