KEBIJAKSANAAN
Sahabat,
Kita lahir lalu merangkak, duduk,
belajar berdiri
belajar berjalan,
belajar berlari,
masuk sekolah,
tumbuh menjadi dewasa,
lalu bekerja,
Tetapi marilah kita lihat hidup ini dengan jujur.
Anak-anak berubah menjadi dewasa.
Yang muda berubah jadi tua renta,
Yang sehat bisa jatuh sakit,
Yang sakit bisa meninggal,
Yang dekat bisa berpisah,
Yang dimiliki bisa hilang.
Yang hidup pasti menuju kematian.
Tidak ada sesuatu didunia ini yang kekal.
Segala sesuatu yang berkondisi, tidak pernah tetap.
Masalahnya kita sering menuntut yang tidak kekal untuk tetap tinggal.
Padahal semua bergerak, semua berubah, semua hanya singgah sebentar, lalu pergi.
Karena itu muncul penderitaan.
Bukan karena hidup ini salah,
Tapi karena batin melekat pada sesuatu yang tidak bisa dijadikan pegangan abadi.
Semakin kuat kita menggenggam, semakin dalam batin terluka saat perubahan datang.
Segala sesuatu yang terbentuk tidak mampu memberikan kepuasan yang kekal.
Lalu ketika batin melihat lebih dalam, muncul ke “Aku” an.
Tubuh ini berubah, perasaan berubah, pikiran berubah, keinginan berubah, keadaan berubah.
Lalu mana yang benar-benar bisa disebut Aku dan milikku secara mutlak.
Tidak ada yang kekal termasuk diri sendiri.
Semua muncul karena sebab dan kondisi.
Semua saling bergantungan.
Ada lahir karena ada sebab.
Ada tua karena ada kelahiran.
Ada sedih karena ada kemelekatan.
Ada kecewa karena ada harapan yang digenggam terlalu kuat.
Inilah putaran dari.lahir, mengejar, melekat, takut kehilangan, kecewa, dan menderita.
Lalu mengulang lagi.
Tidak ada yang salah dengan hidup.
Tidak ada yang salah dengan sekolah, bekerja, menikah, punya rumah atau mencari nafkah.
Tetapi kalau semua itu dijalani tanpa kebijaksanaan, hidup hanya menjadi putaran yang melelahkan
Marilah kita melihat hidup apa adanya.
Bahwa semua yang muncul akan berubah.
Semua yang berubah tidak bisa memuaskan selamanya.
Dan tidak ada yang layak digenggam sebagai aku atau milikku secara mutlak.
Karena hidup bukan hanya soal lahir, tumbuh mengejar, tua, sakit lalu mati.
Hidup adalah kesempatan langka untuk bangun dari kelengahan, melihat perubahan, memahami penderitaan, menghilangkan ke Aku an, dan perlahan membebaskan batin dari kemelekatan.
Sahabat, ada tertulis :
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
“Untuk segala sesuatu ada masanya, dan untuk setiap apa pun di bawah langit ada waktunya.”
Sahabat, Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati.
