Thank you pak @Muhshin
Senang mendengarnya apa yang saya lakukan, berguna buat anda.
Betul sekali,
Beli Saham = Beli Perusahaan,
Cari tahu Apa Yang Terjadi,
Maka Akan Menemukan Apa Yang Akan Terjadi Pada Perusahaan itu,
Banyak orang di saham itu,
Beli Saham maunya seperti beli Lotre atau
Beli Saham seperti bertaruh bola,
Inginnya langsung mendapat Hasil Menang atau Kalah / Cut Loss.
Itu Kalian Berjudi Saham.
Contoh :
Kemarin rilis Laporan Keuangan BULL,
Ketika Harga saham Naik, orang pada yakin Berita dan Perusahaan Bagus Kinerjanya,
Ketika Harga saham Turun, orang mulai meragukan bahkan katain Perusahaan Jelek.
Padahal Kenyataan,
Laporan Keuangan Rilis Q2 Bagus,
Terus mau diapain ? What Next,
Q3 masih beberapa bulan kedepan,
BULL juga historis tidak bagi dividen atau interim,
Jadi Wajar, ada yang Sell on News,
Big Fund sendiri tidak ada Momentum atau Keharusan untuk naikkan tinggi hari itu juga,
Apalagi kebanyakan retail yang hanya bisa baca berita akan fomo dan panik beli tanpa memahami Momentum,
Jadinya Begitu harganya turun, mereka ini akan cut loss berjamaah dan itulah buat harga sahamnya akan koreksi lagi.
Tapi
Realitanya :
Berita Bagus Tetap Berita Bagus,
Kinerja BULL bagus dan menunjukan Perusahaan Growth baik secara Pendapatan dan Laba,
Artinya
Hanya Soal Waktu,
Nantinya Sahamnya Akan Naik Lagi,
Apalagi jika ada momentum kedepan baik itu Q3 atau CA lainnya.
Apalagi jika bisa mempertahankan Progress Growth Kinerjanya, maka dengan sendirinya Harga Sahamnya akan Naik Tinggi Lagi.
Tapi
Semua Butuh Waktu.
