imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Emiten kebanggaan Andry Hakim mau Rights Issue, yang harusnya Juni baru terealisasi sekarang.

Langsung aja kita bahas.

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk ( $CBRE ) akhirnya resmi mengumumkan jadwal rights issue-nya setelah melalui proses panjang yang sempat tertunda. Rencananya aksi ini bakal jalan di November mendatang, dengan tanggal efektif dari OJK ditargetkan 23 Oktober 2026.

Aksi korporasi ini sebenarnya udah lama digodok, RUPSLB-nya aja udah disetujui sejak Desember 2025. Tapi prosesnya molor karena masih dalam tahap evaluasi dan klarifikasi dari OJK. Nah, sekarang jadwal pastinya udah keluar: Cum-right di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 2 November 2026, sementara Ex-right dimulai 3 November 2026. Buat temen-temen yang mau dapet haknya, pastiin nama tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 4 November 2026 pukul 16.00 WIB.

Skemanya gini: CBRE bakal menerbitkan maksimal 11,8 miliar saham baru atau setara 72,22% dari total modal setelah aksi. Harganya Rp108 per saham, dengan rasio 100:260-artinya setiap 100 saham lama yang kamu pegang, kamu dapet 260 HMETD yang bisa dipake buat beli saham baru. Total dana yang bakal dihimpun mencapai Rp1,27 triliun.

Sekarang kita lihat tujuan utamanya. Sebanyak Rp858,6 miliar atau sekitar 67,4% dari total dana bakal dipake buat konversi utang menjadi saham. Empat kreditur
• PT Garuda Nusantara Mineral,
• PT Saga Investama Sedaya,
• Yafin Tandiono Tan, dan
• Hilong Shipping Holding Limited
Bakal mengubah tagihan utang mereka jadi kepemilikan saham. Sisanya, setelah dipotong biaya-biaya, bakal dipake buat modal kerja perusahaan.

Dampaknya ke struktur kepemilikan lumayan signifikan. Pemegang saham utama, PT Omudas Investment Holdco (OIH) yang selama ini megang 61,13%, memilih tidak mengeksekusi HMETD-nya dan malah ngaliin sebagian haknya ke empat kreditur tadi.

Begitu juga PT Republik Capital Indonesia (RCI) dengan porsi 9,30%. Akibatnya, peta kekuasaan bakal berubah total: GNM diprediksi jadi pemegang saham terbesar dengan porsi 20-26%, sementara OIH turun drastis ke kisaran 17-22%. Buat temen-temen yang milih gak pake haknya, siap-siap ngalamin dilusi sampai 72,22%.

Nah, yang bikin ramai diperbincangkan adalah dua nama yang masuk sebagai standby buyer atau pembeli siaga: Andry Hakim dan Gabriel Rey Bersama dengan PT Gunanusa Utama Fabricators & Global Tower Investments Limited

Andry Hakim emang udah dikenal sebagai salah satu pemegang saham individu terbesar CBRE dia bahkan sempat borong 22,76 juta saham di harga Rp700 per saham pada Agustus lalu, total transaksinya sekitar Rp16 miliar. Sementara Gabriel Rey, founder Triv yang dikenal luas sebagai "raja kripto", masuk lewat holding-nya PT Pukul Rata Kanan dengan kepemilikan sekitar 46 juta saham atau 1,01%.

Posisi mereka sebagai standby buyer artinya mereka siap menyerap sisa saham yang nggak diambil oleh pemegang HMETD, biar rights issue-nya tetap terserap seluruhnya.

Kehadiran mereka sebagai pembeli siaga adalah fakta atas keyakinan mereka terhadap prospek perusahaan, Tapi bukan patokan kita harus ngekor atau ikut. Keputusan tetap ada di tangan kamu sebagai investor analisis fundamental dan profil risiko masing-masing tetep yang utama.

Intinya, rights issue ini adalah restrukturisasi utang yang mengubah kreditur jadi pemegang saham, bukan aksi penggalangan dana buat ekspansi. Perubahan pengendali bakal terjadi, dan dilusi buat yang nggak ikut serta sangat besar. Masuknya nama-nama besar emang patut dicermati, tapi kembali lagi, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis mandiri, bukan sekadar mengikuti orang lain.

RT $MDIA $SINI

Read more...

1/8

testestestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy