KENAPA SAHAM YANG KITA PUNYA SELALU TERASA LEBIH BAGUS?
Aneh ya.
Sebelum membeli saham, kita melihat 10 perusahaan.
Kita bandingkan laba. Utang. Margin. PBV. PER. Arus kas.
Kita sangat objektif.
Tapi setelah membeli satu saham?
Tiba-tiba saham kita menjadi yang paling menarik. đ
Berita buruk dianggap sementara.
Laba turun disebut âfase investasiâ.
Harga turun 30% disebut âkesempatan averagingâ.
Sementara saham orang lain naik 50%?
âAh, sudah kemahalan.â
Inilah salah satu jebakan psikologi manusia:
ENDOWMENT EFFECT.
Sesuatu yang sudah menjadi milik kita terasa lebih bernilai hanya karena kita memilikinya.
Dan ini sangat berbahaya di pasar saham.
Karena setelah membeli saham, kita tidak lagi sekadar menganalisis perusahaan.
Kita mulai membela kepemilikan kita.
Bayangkan ada dua saham:
Saham A bukan milik kita.
Laba turun 20%.
Kita berkata:
âFundamentalnya memburuk. Hindari.â
Saham B adalah saham kita.
Laba turun 20%.
Kita berkata:
âIni cuma sementara. Management pasti bisa turnaround.â
Datanya sama.
Kesimpulannya berbeda.
Mengapa?
Karena yang berubah bukan perusahaannya.
Yang berubah adalah hubungan emosional kita dengan saham tersebut.
Inilah alasan mengapa investor sering lebih sulit menjual saham yang salah daripada membeli saham yang benar.
Kita tidak mau mengakui:
âSaya salah.â
Akhirnya kita mengganti analisis dengan harapan.
âTunggu saja.â
âPasti balik.â
âBelum waktunya.â
âKalau sudah balik modal, saya jual.â
Padahal pasar tidak tahu berapa harga beli kita.
Pasar tidak peduli kita beli di Rp1.000 atau Rp10.000.
Harga hanya bergerak berdasarkan ekspektasi terhadap masa depan.
CARA MELAWAN ENDOWMENT EFFECT
Coba lakukan satu tes sederhana.
Bayangkan besok seluruh saham Anda terjual otomatis menjadi cash.
Tidak ada posisi.
Tidak ada harga beli.
Tidak ada kerugian.
Lalu Anda diberi kesempatan membeli kembali saham-saham tersebut pada harga hari ini.
Apakah Anda masih mau membelinya?
Kalau jawabannya YA:
Berarti alasan Anda masih kuat.
Kalau jawabannya TIDAK:
Mungkin selama ini Anda bukan sedang mempertahankan investasi.
Anda sedang mempertahankan ego.
Dan ini salah satu perbedaan terbesar antara:
INVESTOR YANG MENGELOLA UANG
dan
INVESTOR YANG DICENGKERAM POSISINYA SENDIRI.
Karena saham yang kita miliki tidak otomatis menjadi lebih bagus hanya karena menjadi milik kita.
Kadang...
KITA BUKAN MENEMUKAN HIDDEN GEM.
KITA HANYA TERLALU TERIKAT DENGAN SAHAM YANG KITA BELI.
Pertanyaan paling jujur untuk investor:
âKalau hari ini saya belum punya saham ini, apakah saya masih mau membelinya?â
Kalau jawabannya tidak...
mungkin sudah waktunya menjual sahamnya, bukan mencari alasan untuk mempertahankannya.
$BBRI $BBCA $BMRI
