Pada 2021, ada Hedge fund yg menggemparkan dunia,, popularitasnya melebihi Warren Buffet saat itu,,
Yaitu Ark Investment, yg di pimpin oleh Cathie Wood,,
Pada saat itu, Cathie sbgai salah satu pionir pertama dari tech investment..
Cathie menilai bahwa masa depan dari dunia akan tergantung dari kemampuan teknologi utk menggantikan fungsi2 pabrik dan manusia..Mencapai return performance 100% dalam setahun, Cathie smpt di tertawakan oleh banyak fund manager di dunia karna performa yg jeblok stlah itu,, minus 60%..
Masalahnya adalah Capex perusahaan AI yg terllau besar, ternyata tidak menghasilkan bottomline yg sesuai..Kenaikan suku bunga, inflasi, membuat perusahaan2 tech banyak yg gulung tikar..Dan harga serta valuasi saham2 tech pun longsor,, sy rasa kt ingat bagaimana trend digitalbanks di IHSG pada 2022,,yg kemudian jg mengalami koreksi
Namun Cathie saat itu memberikan bold statement "i invest in tech for long term"
And here we are now,, Ark Investment memberikan return positif selama 4 tahun berturut..Perkembangan AI dunia di pimpin oleh NVDIA, oleh Jensen Huang..Kekayaan sang ceo melebihi dari Prajogo Pangestu, bahkan 10x lipat..sekitar 3,300 Triliun rupiah..
Perusahaan chip ini memfasilitasi semua kebutuhan AI di seluruh dunia..Pendapatan NVDIA, 11 Triliun rupiah...perhari...ya, perhari..ini setara dengan pendapatan TPIA setahun (asumsi full 26)
Dulu, kebutuhan terhadap chip terbatas hanya oleh perusahaan2 tech..seperti bank digital, e-wallet, exchanger, e-commerce, dan company2 yg menggunakan aplikasi sbgai product utama mrka..Saat ini?kesehatan, militer, transportasi, pertambangan, pertanian, perikanan, bahkan pendidikan dan so many sektor need AI to make eficiency
Terlintas mgkn di pikiran kita AI adalah menggunakan chatGPT utk membuat powerpoint..atau menggunakan Claude utk menyusun tugas, atau menggunakan Gemini utk riset..
Lantas apa sih sbrny AI?
Dalam banyak kesempatan, Jensen Huang menjelaskan mengenai 5 layer cake of AI..
Yg dasar utamanya adalah = ENERGI..
Ya, perusahaan AI apapun tidak akan bisa di jalankan tanpa energi..cooling system, pasokan listrik, bahan bakar, semua membutuhkan energi..itulah bottleneck dari AI..
Layer ke dua adalah chip..which is, itu hanya di miliki raksasa di US..AMD, NVdia..dan Huawei di China..
Chip2 ini kemudian perlu di susun rapi dan dijaga agar menciptakan database..Tentunya perusahaan2 yg menggunakna technologi tidak akan mau kehilangan data dari perushaannya..dan untuk itulah di butuhkan yg namanya Data Centre..layer ketiga ini dinamakan Infratstukrur..
dan Layer ke 4 adalah IDEA..Idea/models..disinilah bentuk "jadi" atw "nyata" dari penggunaan AI..ChatGPT, Gemini, Claude, adalah salah satu bentuk models tercipta setlah melewait 4 lyaer tersebut..Dan ini bukan hanya models yg terbatas utk di akses masyarakat umum..
Seorang dokter yg menganalisa penyakit pasien sampai ke DNA2 menggunakan teknologi, pabrik manufactur yg menggunkaan robot utk packing, alat pendeteksi kebakaran hutan di pertanian, dsb..
Dan layer ke 5 , ktia sbgai penggunanya..
Kabar baiknya, kita memliki setidaknya 2 layer dari 5 layer of AI tersebut..
Capex dari AI, yg meningkat terus hingga 2028, menunjukkan bahwa trend yg dibaca Cathie Wood ini akan terus melebar..Tapi, berkaca pada 2022, terdapat downside risk too, yaitu ketika harga saham2 Ai melebihi valuasi wajar, kemampuan mencetak laba akan yg menipis (tabel kanan), berpotensi membuat harga saham terkoreksi..
Namun, meskipun harga saham terkoreksi karna valuasi yg mahal, belum tentu dengan trend dari sektor tersebut..di sektor riil, kebutuhan terhadap AI masih akan berjalan, energi, infrastuktur, salahsatunya..
Mungkin , Indonesia mmg kalah dari pertarungan negara2 raksasa berteknologi maju ini..tapi bukankah menyenangkan tinggal di negara yg tinggal mengikuti langkah yg sudah di lakukan raksasa2 dunia?
1/2

