PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mencatatkan rugi bersih Rp1,45 triliun pada semester I-2026, melonjak 85,95% dibandingkan Rp787,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan rugi terutama dipicu oleh meningkatnya beban bahan bakar menjadi Rp1,99 triliun dari Rp1,58 triliun.
Pendapatan usaha perseroan turun tipis menjadi Rp3,9 triliun dari Rp3,97 triliun, sementara total beban usaha naik menjadi Rp4,83 triliun dari Rp4,5 triliun. Rugi selisih kurs dari aktivitas operasional juga melonjak menjadi Rp447,95 miliar dari Rp28,89 miliar, sehingga rugi usaha membengkak menjadi Rp922,27 miliar. Rugi selisih kurs dari aktivitas pendanaan turut meningkat menjadi Rp322,84 miliar.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan CMPP masih berada di bawah tekanan. Total aset turun menjadi Rp4,73 triliun pada akhir Juni 2026 dari Rp5,05 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp16,91 triliun dan perseroan mencatat defisiensi modal sebesar Rp12,18 triliun.
Sumber: emitennews
$CMPP
