27 Agustus 2026
$EMAS Incar Masuk GDX, Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membidik masuk ke MarketVector Global Gold Miners Index (GDX) dalam evaluasi September 2026. Peluang tersebut didukung peningkatan kapitalisasi, free float, likuiditas, investor internasional, serta dimulainya produksi Tambang Emas Pani pada 2026. Sebelumnya, EMAS telah masuk GDXJ sejak Maret 2026 dan memperluas akses investor melalui Hong Kong Depositary Receipts.
CMRY Bagi Dividen Interim Rp 793,46 Miliar*
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) berencana membagikan dividen interim Rp793,46 M atau Rp100 per saham untuk tahun buku 2026, berdasarkan persetujuan direksi dan komisaris pada 26 Agustus 2026. Pembayaran dijadwalkan 18 September 2026. Per 30 Juni 2026, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,17 T, dengan saldo laba ditahan Rp3,33 T dan total ekuitas Rp7,16 T.
*Sengketa Felda Atas BWPT Naik ke Level Diplomatik*
Sengketa investasi Felda di PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) kembali menjadi perhatian setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikannya. Sengketa yang berlangsung sejak 2016 tersebut kini meningkat ke level diplomatik. Potensi pelepasan saham Felda juga dikhawatirkan menambah pasokan di pasar, menekan harga dan likuiditas BWPT, sementara proses hukum belum memiliki timeline penyelesaian jelas.
*Rumor Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Menguat?*
Rumor konsorsium Haji Isam mengakuisisi saham mayoritas PT Bayan Resources Tbk ($BYAN) kembali mencuat, dengan nilai transaksi dikabarkan mencapai US$5,5 M. Low Tuck Kwong menguasai sekitar 40% saham BYAN dan putrinya sekitar 22%, namun transaksi belum pasti. Manajemen menyatakan belum mengetahui rencana tersebut. Jika terealisasi, akuisisi berpotensi memperluas jaringan bisnis Haji Isam, dengan struktur pendanaan menjadi faktor penting.
*Begini Nasib $ADHI Pasca Tunda Bayar Kupon dan Sahamnya Disuspensi*
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menghadapi tekanan likuiditas setelah menunda pembayaran bunga obligasi Rp60,8 M, sehingga sahamnya disuspensi BEI. Perseroan akan menempuh penyelesaian melalui RUPO pada 11 September 2026 dan menargetkan restrukturisasi perbankan selesai Semester II 2026. ADHI juga mempercepat penagihan piutang, melakukan efisiensi, serta merencanakan divestasi PT Jasamarga Jogja Solo dan PT Dumai Tirta Persada.