imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NZIA DYOR $IHSG

ANALISIS STRUKTUR FUNDAMENTAL, VALUE INVESTING, KESEHATAN UTANG, BENEFICIAL OWNER, DIVIDEN, DAN PETA TEKNIKAL SAHAM NZIA

AUDIT DATA PERMODALAN (NZIA)

1.1. Kode Ticker: NZIA (PT Nusantara Almazia Tbk).

1.2. Harga Saham Perdagangan Terakhir (P): Rp159 per lembar saham.

1.3. Jumlah Saham Beredar (Listed Shares): 2,2 Miliar lembar saham.

1.4. Kapitalisasi Pasar (Market Cap): Rp349 Miliar (Rp0,349 Triliun).

AKUMULASI KINERJA KEUANGAN SEMESTER I (6M) 2026 DAN PROYEKSI TAHUNAN

2.1. Laba (Rugi) Bersih Q1-2026: -Rp3 Miliar (Rugi Bersih).

2.2. Laba (Rugi) Bersih Q2-2026: -Rp0,58 Miliar (Rugi Bersih).

2.3. Akumulasi Rugi Bersih Semester I (6M-2026):
2.3.1. Formula: Rugi Q1 + Rugi Q2.
2.3.2. Perhitungan: (-Rp3 Miliar) + (-Rp0,58 Miliar) = -Rp3,58 Miliar (Rugi Bersih 6M).

2.4. Proyeksi Rugi Bersih Disetahunkan (Annualized Net Profit FY2026):
2.4.1. Formula: Rugi 6M x 2.
2.4.2. Perhitungan: -Rp3,58 Miliar x 2 = -Rp7,16 Miliar.

2.5. Rugi Bersih per Saham Disetahunkan (Annualized EPS):
2.5.1. Formula: Proyeksi Rugi Disetahunkan / Jumlah Saham Beredar.
2.5.2. Perhitungan: -Rp7.160.000.000 / 2.200.000.000 = -Rp3,25 per lembar saham (Rugi per Saham).

KALKULASI VALUASI UTAMA & PERSPEKTIF VALUE INVESTING

3.1. Price to Earnings Ratio (PER) Disetahunkan: NEGATIF / N/A.
3.1.1. Formula: Harga Saham / Annualized EPS.
3.1.2. Perhitungan: Rp159 / (-Rp3,25) = tidak relevan dihitung karena perusahaan dalam posisi akumulasi rugi bersih disetahunkan (-Rp7,16 Miliar).

3.2. Evaluasi Sudut Pandang Value Investing:
3.2.1. Dari perspektif Value Investing, NZIA berada pada kategori UNINVESTABLE (Sangat Tidak Layak Investasi Nilai) akibat belum mampunya perseroan mencetak laba operasional yang positif.
3.2.2. Kendati rugi bersih pada Q2 (-Rp580 Juta) membaik/mengecil dibandingkan Q1 (-Rp3 Miliar), tren negatif ini tetap menunjukkan lemahnya daya serap pasar terhadap portofolio proyek perseroan.
3.2.3. Penilaian Margin of Safety (MoS): TIDAK ADA. Membeli saham properti berkapitalisasi kecil yang terus mengalami kerugian bersih disetahunkan (-Rp7,16 Miliar) tidak memberikan perlindungan nilai maupun kepastian tingkat pengembalian modal bagi investor nilai.

PENGENALAN BISNIS DAN PORTOFOLIO PRODUK NZIA

4.1. Profil Perusahaan: PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) adalah emiten pengembang properti dan real estat berskala menengah-kecil yang memfokuskan kegiatan usahanya pada pembangunan perumahan tapak (landed house) bersubsidi maupun non-subsidi serta kawasan pemukiman terintegrasi.

4.2. Portofolio Bisnis Utama & Produk:
4.2.1. Perumahan Tapak (Landed Housing): Pengadaan klaster perumahan kelas menengah dan bersubsidi (seperti proyek di wilayah Tangerang, Karawang, dan sekitarnya).
4.2.2. Komersial & Ruko: Pembangunan unit rumah toko (ruko) penunjang kawasan pemukiman.
4.2.3. Landbank Development: Pengelolaan dan pengembangan cadangan lahan (real estate inventory) skala terbatas.

ANALISIS KESEHATAN NERACA DAN RISIKO UTANG LAPORAN KEUANGAN

5.1. Struktur Pengelolaan Utang & Solvabilitas:
5.1.1. Sebagai pengembang properti berskala small-cap, perseroan sangat bergantung pada kelancaran pra-penjualan (marketing sales), pinjaman bank/kredit konstruksi, dan proses serah terima unit untuk menjaga kestabilan arus kas operasional.

5.2. Evaluasi Kemampuan Membayar Utang (Debt Serviceability):
5.2.1. Kerugian operasional yang terus berlanjut berisiko menekan Interest Coverage Ratio (kemampuan membayar beban bunga pinjaman dari laba usaha), sehingga beban keuangan makin menggerus posisi kas perseroan.
5.2.2. Kesimpulan Kesehatan Keuangan: Neraca NZIA berada pada kategori RISIKO TINGGI (High Financial Risk). Kerugian bersih menggerus modal kerja dan meningkatkan risiko solvabilitas jika penjualan unit perumahan mengalami kemacetan serah terima.

ULTIMATE BENEFICIARY OWNER (UBO) SERTA INTEGRITAS MANAJEMEN

6.1. Ultimate Beneficiary Owner (UBO):
6.1.1. Pemilik Manfaat Akhir (UBO) dari NZIA secara terkonfirmasi adalah Richard R. Wiriahardja, yang mengendalikan kepemilikan perseroan secara langsung maupun melalui entitas induk pengendali.

6.2. Evaluasi Integritas CEO dan Pemilik (Management Track Record):
6.2.1. Di bawah kepemimpinan Richard R. Wiriahardja dan jajaran manajemen, perseroan berfokus pada segmen perumahan rakyat dan menengah di kawasan penyangga.
6.2.2. Meskipun manajemen berpengalaman di bidang pengembangan properti regional, rekam jejak eksekusi penciptaan nilai (value creation) untuk pemegang saham publik di bursa masih tergolong terbatas (small track record). Investor perlu cermat memperhatikan konsistensi transparansi Good Corporate Governance (GCG) dan efisiensi modal perseroan.

KONSISTENSI DAN REKAM JEJAK PEMBAGIAN DIVIDEN

7.1. Histori & Kebijakan Dividen:
7.1.1. NZIA TIDAK RUTIN MEMBAGIKAN DIVIDEN. Keterbatasan laba bersih ditahan (retained earnings) dan akumulasi kerugian membuat perseroan absen dalam pembagian yield dividen kepada investor publik.

7.2. Proyeksi Yield Dividen:
7.2.1. Est. Dividend Yield: 0,00% per tahun.
7.2.2. Kesimpulan Dividen: NZIA SANGAT TIDAK COCOK UNTUK STRATEGI PASSIVE INCOME ATAU DIVIDEND INVESTING.

INSIGHT RISIKO-RISIKO BISNIS UTAMA

8.1. Risiko Likuiditas Saham & Penjualan Properti:
8.1.1. Daya beli masyarakat kelas menengah-bawah terhadap proyek hunian penyangga yang belum pulih sepenuhnya berdampak langsung pada kelancaran arus kas masuk perseroan.

8.2. Risiko Pengetatan KPR & Biaya Konstruksi:
8.2.1. Kenaikan harga material bangunan (semen/baja) serta proses verifikasi KPR perbankan yang makin ketat dapat menghambat percepatan pengakuan pendapatan perseroan.

8.3. Risiko Volatilitas Saham Small-Cap:
8.3.1. Kapitalisasi pasar yang tergolong kecil (Rp349 Miliar) dengan volume transaksi harian tipis menjadikan saham ini berisiko tinggi terhadap pergerakan spekulatif yang agresif di pasar sekunder.

ANALISIS TRADING: PETA TEKNIKAL SUPPORT, RESISTANCE, DAN STOP LOSS

9.1. Harga Perdagangan Terakhir: Rp159 per lembar.

9.2. Level Support 1 (Batas Penopang Terdekat): Rp145 – Rp150 (Area penopang konsolidasi pendek).

9.3. Level Support 2 (Batas Kuat / Key Support): Rp130 – Rp135 (Lantai penopang psikologis bawah).

9.4. Level Resistance 1 (Target Uji Atas Terdekat): Rp170 – Rp178 (Area batas uji breakout pendek).

9.5. Level Resistance 2 (Target Ekspansi Utama): Rp190 – Rp205.

9.6. Batas Stop Loss Disiplin (Manajemen Risiko Trading): Rp140 (Wajib Cut Loss bagi trader jika harga ditutup di bawah Rp140 untuk mencegah kerugian lebih dalam jika terjadi penurunan lanjutan).

PANDUAN STRATEGIS DAN KEPUTUSAN UNTUK INVESTOR PEMULA

10.1. Bagi Investor Jangka Panjang (Investing / Value Play):
10.1.1. AVOID / SANGAT TIDAK DIREKOMENDASIKAN. Akumulasi rugi bersih disetahunkan (-Rp7,16 Miliar), EPS negatif (-Rp3,25), serta ketiadaan dividen membuat NZIA sangat berisiko untuk modal investor pemula.

10.2. Bagi Trader Jangka Pendek (Trading / Swing):
10.2.1. HIGH RISK SPECULATIVE TRADING ONLY. Hanya untuk trader berpengalaman yang sanggup mengelola manajemen risiko saham berlikuiditas rendah. Masuk mendekati Support Rp145–Rp150, target Take Profit di Rp170–Rp178, dan disiplin pasang Stop Loss di Rp140.

KESIMPULAN

11.1. Secara Fundamental: NZIA masih mengalami tekanan kinerja finansial dengan akumulasi rugi bersih Semester I 2026 sebesar -Rp3,58 Miliar (disetahunkan rugi -Rp7,16 Miliar) dan EPS -Rp3,25. Valuasi PER bernilai negatif sehingga landasan fundamentalnya sangat lemah.

11.2. Secara Praktis: Kendati memiliki kepemilikan UBO teridentifikasi (Richard R. Wiriahardja), profil NZIA tidak disarankan untuk investor pemula yang mengutamakan keamanan modal dan pertumbuhan portofolio secara stabil.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy