Gara-gara saham $GOTO nyungsep ke Rp50, laba bersih Telkom $TLKM dituduh ambyar? Eits, jangan langsung panik, mari kita bedah fakta aslinya!
Banyak ritel yang kemakan judul berita seram tanpa mengecek laporan keuangan Semester I-2026 (1H26) TLKM. Kalau kita buka dalemannya, ceritanya jauh berbeda:
Misteri Rugi GOTO: Telkomsel memang mencatat kerugian investasi belum terealisasi (unrealized loss) sebesar Rp332 miliar akibat penurunan saham GOTO dari Rp58 ke Rp50 per lembar. Ingat, ini murni paper loss (rugi di atas kertas) karena sahamnya tidak dijual. Jadi, kas riil Telkom sama sekali tidak hilang sepeser pun.
Kinerja Asli Justru Melesat: Laba bersih normalisasi TLKM (setelah mengeluarkan pos non-kas seperti rugi kertas GOTO dan penyesuaian depresiasi) aslinya melonjak 6,2% YoY menjadi Rp11,3 triliun. Malah di kuartal II saja (2Q26), laba bersihnya meroket 45% QoQ menjadi Rp6,3 triliun!
Kantong Kas Super Tebal: Arus kas operasional TLKM justru tumbuh kuat 7% YoY mencapai Rp34,9 triliun, dengan total kas di neraca super melimpah di angka Rp54,58 triliun!
Insight pribadi gua: Ini contoh nyata market anomaly. Investor yang cuma baca headline media bakal buru-buru jualan karena panik laba reported kelihatan "mampet". Padahal, bisnis konektivitas intinya masih sangat solid sebagai mesin pencetak cash. Fluktuasi saham GOTO itu cuma "bumbu" akuntansi kuartalan yang tidak mengganggu fundamental jangka panjang perusahaan.
Dengan valuasi EV/EBITDA yang hanya di level 7,97x (di bawah rata-rata historisnya) plus dikawal program buyback maksimal Rp4 triliun, koreksi harga kemarin rasanya seperti diskon besar buat saham defensif sekelas Telkom.
Ada yang sudah mulai cicil collect dari bawah kemarin? Worth buat average up gak nih menurut kalian? Yuk, kita diskusi di kolom komentar! 馃憞
Disclaimer: Tulisan ini murni opini untuk diskusi bersama, bukan rekomendasi beli atau jual. DYOR!
$ISAT
