imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Danantara kembali menjadi sorotan setelah mencatat total laba perusahaan BUMN sekitar Rp330 triliun.

Angka tersebut disebut jauh lebih tinggi dibandingkan laba Temasek Singapura yang berada di kisaran Rp136 triliun.

Bahkan, COO Danantara disebut memproyeksikan laba konsolidasi BUMN tahun ini bisa mencapai sekitar Rp360 triliun.

Jika terealisasi, angka tersebut menunjukkan besarnya skala aset dan bisnis yang berada dalam ekosistem BUMN Indonesia.

Namun yang menarik bukan hanya soal siapa yang mencatat laba lebih besar.

Danantara juga mulai mendorong ekspansi global melalui investasi dan akuisisi, termasuk rencana investasi di Bandara Madinah hingga peluang ekspansi Pegadaian ke Filipina.

Artinya, Danantara tidak hanya diarahkan untuk mengelola aset BUMN, tetapi juga berpotensi menjadi kendaraan investasi Indonesia di pasar global.

Pertanyaannya:

Apakah besarnya laba BUMN ini nantinya bisa semakin meningkatkan nilai perusahaan-perusahaan BUMN yang tercatat di BEI?

Atau justru yang lebih penting adalah bagaimana laba tersebut dialokasikan dan seberapa efektif aset BUMN dikelola ke depannya?

Menurut Boss, apakah Danantara bisa menjadi salah satu katalis besar bagi saham-saham BUMN?

Tulis pendapat Boss di kolom komentar.

$BMTR $DEWA $JARR

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy