*Daily News 24/8/2026*
*Rangkuman berita hari ini:*
* Fitch soroti risiko pembiayaan kuasi-fiskal dalam RAPBN 2027
* China perluas kerja sama mineral dan investasi dengan Indonesia
* Rusia tolak penghentian serangan kapal komoditas di Laut Hitam
* Prabowo akan cabut izin perusahaan pembakar hutan
* Pemerintah bantah Haji Isam jadi koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan
* Indonesia dan China bangun fasilitas produksi pertahanan
* Pemerintah salurkan Rp2,42 T untuk peremajaan sawit rakyat
* TLKM rampingkan jumlah perusahaan grup menjadi 18 entitas
* BBNI 7M26: laba bersih +6% YoY
* BRIS 6M26: laba bersih +11% YoY
* BTPS 7M26: laba bersih +3% YoY
* MTEL kaji merger dengan TBIG
* PGAS alihkan fokus ke distribusi gas dan sinergi proyek DME PTBA
* Pemegang saham tambah IMPC Rp11,3 M
* PGEO dan PLN kembangkan PLTP berkapasitas 45 MW
* AVIA naikkan target pertumbuhan penjualan 2026 menjadi 10–14%
* SINI salurkan pinjaman Rp1,2 T ke anak usaha batu bara
* BMAS peroleh pinjaman USD341 juta dari Kasikornbank
* BEI suspensi ADHI usai gagal bayar kupon obligasi Rp60,8 M
* SOCI dirikan anak usaha pelayaran di Marshall Islands
* ASSA tambah fasilitas pinjaman BNGA jadi Rp100 M
* BBLD peroleh fasilitas kredit BVIC Rp100 M
* Pengendali jual 1,15% REAL Rp3,8 M
===
* Bloomberg melaporkan bahwa Fitch Ratings menilai RAPBN 2027 menunjukkan komitmen menjaga defisit fiskal di bawah batas 3% PDB, tetapi peningkatan pembiayaan kuasi-fiskal melalui entitas negara berpotensi mengurangi transparansi dan meningkatkan kewajiban kontinjensi pemerintah. Target defisit juga berisiko meleset karena asumsi pertumbuhan ekonomi 6% lebih tinggi dari proyeksi Fitch sebesar 5%, sementara penerimaan negara yang lemah membatasi ruang fiskal. (Bloomberg)
* Bloomberg melaporkan bahwa China berkomitmen memperluas kerja sama dengan Indonesia di sektor mineral untuk mendukung industrialisasi dan modernisasi. Indonesia juga mendorong perluasan kerja sama di luar energi dan mineral, mencakup energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan bioteknologi, serta menyambut peningkatan investasi China dengan dukungan iklim usaha yang kondusif. (Bloomberg)
* Bloomberg melaporkan bahwa Rusia menolak usulan Ukraina untuk menghentikan serangan terhadap kapal pengangkut komoditas pertanian di Laut Hitam karena meminta jaminan penghentian serangan terhadap infrastruktur energinya. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan siap membahas gencatan senjata sektor energi secara timbal balik. (Bloomberg)
* Bloomberg melaporkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mencabut seluruh izin perusahaan yang terbukti memerintahkan pembakaran hutan. Sepanjang Agustus 2026, jumlah titik panas di Indonesia mencapai 5.102, tertinggi untuk periode Agustus sejak 2015. Empat perusahaan di Kalimantan Barat tengah diselidiki, sementara kabut asap dari Kalimantan telah menyebar ke Malaysia dan menekan kualitas udara di Kuching. (Bloomberg)
* Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan rumor penunjukan Haji Isam sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan tidak benar. Pemerintah hanya mengajak seluruh pihak membantu, sementara koordinasi tetap berada di bawah pejabat pemerintah. Pemerintah telah membagi wilayah penanganan karhutla kepada sejumlah pejabat. Pemerintah belum berencana membentuk satgas khusus karena koordinasi lintas sektor dinilai sudah memadai. Sementara itu, Polri telah menetapkan 72 tersangka terkait karhutla. Para tersangka sengaja membakar lahan untuk menekan biaya operasional kegiatan perkebunan. (Kontan, Kompas)
* Bloomberg melaporkan bahwa Indonesia dan China akan membangun fasilitas produksi pertahanan bersama di Indonesia untuk memproduksi amunisi, rudal, roket, dan persenjataan yang belum dapat diproduksi di dalam negeri. China akan menyediakan transfer teknologi, sementara PT Pindad dan PT Len Industri terlibat dalam pengembangan dan produksi bersama. Fasilitas ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada 2027. (Bloomberg)
* Bloomberg melaporkan bahwa Indonesia telah meremajakan 40.484 hektare perkebunan kelapa sawit rakyat sepanjang Januari–Agustus 2026 dengan penyaluran dana Rp2,42 triliun. Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan Rp590 miliar untuk peremajaan 9.842 hektare pada Agustus 2026. Sejak 2017 hingga Juli 2026, realisasi peremajaan mencapai 427.441 hektare dengan dana Rp12,14 triliun. (Bloomberg)
* *TLKM* : COO Danantara, Donny Oskaria, menyampaikan *PT Telkom Indonesia (TLKM)* telah merampingkan jumlah perusahaan dalam grupnya menjadi 18 entitas dari sebelumnya 68 entitas. Pertamina juga telah mengurangi 124 perusahaan, sementara Pupuk Indonesia memangkas lebih dari 40 perusahaan. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan jumlah BUMN dan anak usahanya berkurang menjadi maksimal 300 entitas, dengan penghematan biaya operasional sekitar Rp70 triliun hingga akhir 2026. (CNBC Indonesia)
* *BBNI: PT Bank Negara Indonesia (BBNI)* mencatatkan laba bersih bank-only sebesar Rp1,6 triliun pada Jul-26 (-13% MoM), sehingga laba bersih selama 7M26 menjadi Rp12,5 triliun (+6% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi Mansek dan konsensus, mencapai 59% dari estimasi FY26F. PPOP pada 7M26 naik menjadi Rp20,9 triliun (+13% YoY). Kredit naik +27% YoY dengan DPK naik +29% YoY. NIM 7M26 turun menjadi 3,6% (vs. 7M25: 3,9%), dengan NIM bulanan turun menjadi 3,4% pada Jul-26 (vs. Jun-26: 3,5%) akibat kenaikan cost of fund. Beban provisi selama 7M26 naik menjadi Rp5,4 triliun (+33% YoY), sehingga CoC naik menjadi 1,0% (vs. 7M25: 0,9%), sejalan dengan guidance FY26F manajemen sebesar 1,0–1,2%. Mansek mempertahankan rating BUY untuk BBNI. (Mansek Research)
* *BRIS: PT Bank Syariah Indonesia (BRIS)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp2 triliun pada 2Q26 (-11% QoQ), sehingga laba bersih selama 6M26 menjadi Rp4,2 triliun (+11% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi Mansek dan konsensus, mencapai 48% dari estimasi FY26F. PPOP pada 6M26 naik menjadi Rp6,5 triliun (+3% YoY). Pembiayaan naik +16% YoY dengan DPK naik +22% YoY. NIM 6M26 turun menjadi 5,37% (vs. 6M25: 5,67%). Beban provisi selama 6M26 turun -24% YoY, sehingga CoC turun menjadi 0,63% (vs. 6M25: 0,96%), di bawah guidance FY26F manajemen sebesar 1%. Mansek mempertahankan rating BUY untuk BRIS. (Mansek Research)
* *BTPS: PT Bank BTPN Syariah (BTPS)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp118 miliar pada Jul-26 (+7% MoM; +10% YoY), sehingga laba bersih selama 7M26 menjadi Rp769 miliar (+3% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi Mansek dan konsensus, mencapai 58–60% dari estimasi FY26F. PPOP pada 7M26 turun menjadi Rp1,3 triliun (-10% YoY), dipengaruhi penurunan pendapatan bunga bersih dan pendapatan non-bunga serta kenaikan beban operasional. Pembiayaan naik +10% YoY dengan DPK naik +7% YoY. NIM 7M26 turun menjadi 21,8% (vs. 7M25: 23,9%), meski NIM bulanan naik menjadi 22,3% pada Jul-26 (vs. Jun-26: 21,6%). Beban provisi selama 7M26 turun menjadi Rp316 miliar (-34% YoY), sehingga CoC turun menjadi 4,9% (vs. 7M25: 8,2%). Mansek mempertahankan rating BUY untuk BTPS. (Mansek Research)
* *MTEL - TBIG* : Bloomberg melaporkan bahwa *PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL)* tengah mengkaji merger dengan *PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG)* dan telah meminta sejumlah penasihat keuangan mengajukan proposal, dengan penunjukan bank berpotensi dilakukan dalam beberapa pekan. MTEL mengonfirmasi kajian awal sedang berlangsung. Pembahasan masih berjalan dan belum terdapat kepastian transaksi. (Bloomberg)
* *PGAS - PTBA* : COO Danantara, Donny Oskaria, menyampaikan *PT Perusahaan Gas Negara (PGAS)* akan menggeser fokus bisnis dari sektor hulu menuju distribusi gas di sektor midstream dan downstream, termasuk penyaluran langsung ke rumah tangga yang mulai diuji coba di Batam. Transformasi tersebut juga akan disinergikan dengan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME bersama *PT Bukit Asam (PTBA)* untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. (CNBC Indonesia)
* *IMPC* : Pemegang saham *PT Impack Pratama Industri (IMPC)* , Tunggal Jaya Investama, membeli ~8,3 juta (0,02%) saham IMPC dengan harga rata-rata Rp1.367/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp11,3 miliar. Transaksi dilakukan pada 19 – 20 Agustus 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di IMPC menjadi 37,14%. (Publikasi emiten)
* *PGEO* : Direktur Utama *PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO)* , Ahmad Yani, mengatakan perseroan bersama PLN Indonesia Power menandatangani dua Letter of Intent untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW dan PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW melalui joint venture. Kedua proyek akan memanfaatkan panas sisa pembangkit eksisting dengan teknologi binary bottoming cycle dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2028. PGEO juga menerima penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di Cubadak Panti, Sumatra Barat, seluas 29.897 hektare dengan estimasi potensi cadangan 77 MWe, yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40.000 rumah tangga. (Publikasi emiten)
* *AVIA* : Head of Investor Relations *PT Avia Avian (AVIA)* , Andreas Timothy, mengatakan perseroan menaikkan target pertumbuhan nilai penjualan 2026 menjadi 10%–14% dari sebelumnya 6%–10%, sementara target pertumbuhan volume tidak berubah dari target sebelumnya. Kenaikan target mempertimbangkan dampak kenaikan harga yang dilakukan pada 2Q26. AVIA juga menargetkan penambahan 7–8 pusat distribusi baru sepanjang 2026 dan telah membuka tiga pusat distribusi serta satu pusat distribusi mini pada 1H26. Pabrik ketiga di Cirebon telah memasuki tahap commissioning dengan kapasitas terpasang sekitar 200.000 metrik ton per tahun, yang akan dioperasikan dalam dua shift dan memanfaatkan kapasitas awal sekitar 100.000 metrik ton. (Kontan)
* *SINI: PT Singaraja Putra (SINI)* menyalurkan pinjaman total ~Rp1,2 triliun kepada 2 anak usaha pertambangan batu bara, terdiri dari maksimal ~Rp633 miliar kepada Persada Kapuas Prima dan ~Rp547 miliar kepada Pasir Bara Prima, dengan bunga 10,95% per tahun dan tenor tiga tahun yang dapat diperpanjang. Dana yang mulai disalurkan pada 21 Agustus 2026 tersebut berasal dari hasil rights issue dan akan digunakan untuk modal kerja, termasuk pembayaran kontraktor pertambangan, pengangkutan, pembelian bahan bakar, pengolahan, logistik, pemeliharaan infrastruktur, dan kegiatan produksi batu bara. (Publikasi emiten)
* *BMAS: PT Bank Kasikorn Indonesia (BMAS)* memperoleh fasilitas pinjaman bilateral hingga USD341 juta dari Kasikornbank Public Company Ltd, dengan tenor maksimal dua tahun sejak setiap penarikan dan bunga SOFR ditambah margin sesuai kondisi pasar. Dari total fasilitas tersebut, fasilitas sebesar USD235 juta telah didukung oleh underlying agreement, sementara penarikan pertama sebesar USD55 juta dilakukan pada 21 Agustus 2026. Dana akan digunakan untuk memperkuat likuiditas jangka panjang dan mendukung penyaluran kredit kepada nasabah. (Publikasi emiten)
* *ADHI* : Bloomberg melaporkan bahwa BEI menghentikan sementara perdagangan saham *PT Adhi Karya (ADHI)* mulai Senin (24/8) hingga pemberitahuan lebih lanjut setelah Perseroan gagal membayar kupon obligasi senilai ~Rp60,8 miliar. ADHI sebelumnya meminta persetujuan pemegang obligasi untuk menunda pembayaran, tetapi tidak memperoleh dukungan yang memadai. Perseroan menyampaikan tekanan keuangan telah memengaruhi likuiditas dan kemampuan pembayaran kepada kreditur. (Bloomberg)
* *SOCI: PT Soechi Lines (SOCI)* mendirikan anak usaha baru bernama Sea Voyage International Ltd yang berkedudukan di Marshall Islands dan bergerak di bidang pelayaran. SOCI memiliki 100% saham Sea Voyage International dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar USD500 ribu. Pembentukan anak usaha baru tersebut ditujukan untuk memperkuat operasi segmen pelayaran dan mendukung kelangsungan usaha SOCI dalam jangka panjang. (Publikasi emiten)
* *ASSA - BNGA: PT Adi Sarana Armada (ASSA)* memperoleh tambahan fasilitas pinjaman tetap sebesar Rp40 miliar dari *PT Bank CIMB Niaga (BNGA)* , sehingga total fasilitas meningkat dari Rp60 miliar menjadi Rp100 miliar. Tambahan fasilitas akan digunakan sebagai modal kerja untuk membeli kendaraan yang akan disewakan kepada pelanggan, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan dan pengembangan bisnis ASSA. (Publikasi emiten)
* *BBLD - BVIC: PT Buana Finance (BBLD)* menandatangani perjanjian fasilitas kredit fixed loan senilai Rp100 miliar dengan *PT Bank Victoria International (BVIC)* , dengan tenor maksimal 48 bulan. Fasilitas yang dijamin dengan piutang tersebut akan digunakan sebagai modal kerja untuk pembiayaan konsumen. (Publikasi emiten)
* *REAL* : Pengendali *PT Repower Asia Indonesia (REAL)* , Harmoni Harum Propertindo, menjual ~76,10 juta (1,15%) saham REAL dengan harga rata-rata Rp50/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp3,8 miliar. Transaksi dilakukan pada 20 Agustus 2026, bertujuan untuk pengembangan usaha. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di REAL menjadi 14,68%. (Publikasi emiten)
=======
*Disclaimer ON*
*Retail – PT Mandiri Sekuritas*