DCF atau DDM?
DCF untuk menilai kualitas bisnis
DDM untuk menilai perilaku kebijakan manajemen
Nilai DCF tinggi tapi DDM rendah, artinya manajemen harus menciptakan value dengan cara selain dividen. Kalau nilai DCF tinggi tapi manajemen tidak menciptakan value dengan cara lain, percuma. Ini alasan saya dulu CL $OBMD
DCF tidak relevan untuk perusahaan yang FCF-nya negatif. Contohnya ADRO, jangan dipakai DCF, tapi pakailah DDM. Realita bahwa DY ADRO lebih dari 3x lipat ADMR adalah cara manajemen menyampaikan pesan, "FCF kami negatif karena capex ADMR harus dikonsoldasi. Tapi kami tetap punya cash tebal untuk bayar dividen besar sampai capex ADMR selesai."
Kadang-kadang, kualitas bisnis belum tercermin dalam LK sehingga DCF masih harus pakai proyeksi penuh asumsi. Tapi di sinilah peran sinyal dari manajemen
Tapi kalau nilai DCF dan DDM gagal keduanya sekaligus, mengatakan, "market lebih tahu lebih dulu apa yang tidak tercermin di LK yang backward looking," hanyalah cara mengakui ketidaktahuan tentang underlying business di balik sebuah saham, dengan gaya