TOWR: Harga Saham Murah, Masih Tertekan, Fundamental Terus Tumbuh dan Terus Melakukan Ekspansi — Kesempatan Serok?

Di tengah harga saham yang masih tertekan, TOWR justru menunjukkan fundamental yang terus berkembang. Pada semester I 2026, TOWR membukukan pendapatan sebesar Rp7,21 triliun, tumbuh sekitar 12,7% YoY. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp1,86 triliun, meningkat sekitar 12,4% YoY, dengan EBITDA sebesar Rp5,32 triliun. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis perusahaan masih bertumbuh dengan solid meski harga sahamnya belum mencerminkan perkembangan fundamental tersebut.

Menariknya, pasar saat ini belum memberikan valuasi premium terhadap TOWR. Dengan PBV yang masih di bawah 1x, investor seolah mendapatkan aset infrastruktur dengan bisnis recurring income pada harga yang relatif murah dibandingkan nilai bukunya.

Yang membuat tesis investasi TOWR semakin menarik adalah perusahaan tidak berhenti berekspansi di bisnis menara telekomunikasi.

Pada tahun 2026, TOWR mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp2.07 triliun yang difokuskan untuk memperkuat data center, fiber optik, serta infrastruktur digital. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang mempersiapkan diri menangkap pertumbuhan kebutuhan layanan digital dalam beberapa tahun ke depan.

Ekspansi tersebut sejalan dengan tren global. Semakin pesat perkembangan Artificial Intelligence (AI), cloud computing, dan digitalisasi, semakin besar pula kebutuhan terhadap data center, jaringan fiber berkapasitas tinggi, dan konektivitas yang andal. Infrastruktur inilah yang menjadi salah satu fokus pengembangan TOWR.

Jadi, cerita TOWR bukan hanya soal menara telekomunikasi. Ini adalah cerita mengenai transformasi menjadi penyedia infrastruktur digital yang berpotensi menikmati pertumbuhan jangka panjang dari perkembangan AI dan ekonomi digital Indonesia.

Namun, harga saham yang murah tentu tidak otomatis berarti langsung naik. Investor tetap perlu memperhatikan utang, biaya bunga, belanja modal, arus kas, serta kemampuan perusahaan menghasilkan pertumbuhan laba yang berkelanjutan.

Justru di sinilah menariknya.

Ketika fundamental tumbuh, ekspansi terus berjalan, tetapi harga saham belum merefleksikannya, muncul potensi gap antara nilai bisnis dan valuasi pasar. Jika pertumbuhan laba terus berlanjut dan investasi pada data center serta infrastruktur digital mulai memberikan kontribusi yang lebih besar, bukan tidak mungkin pasar akan memberikan rerating terhadap valuasi TOWR.

Dengan kata lain:
Bisnis berkembang → pendapatan naik → laba tumbuh → ekspansi Rp2.07 triliun untuk data center dan infrastruktur digital → AI meningkatkan kebutuhan infrastruktur → valuasi masih murah → harga saham belum mencerminkan seluruh potensi.


Disclaimer: Bukan ajakan membeli atau menjual saham. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

$ISAT $DSSA $IHSG

Read more...

1/3

testestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy