Kalo ngeliat sekilas LK Q2 anomali satu ini memang ngga bagus, tapi untuk perusahaan yang berusaha memulihkan diri ada beberapa hal yang menurut saya not bad.

1). Revenue turun 29.5% an, tapi COGS turun lebih gercep 32.1%. Yang berarti gross margin naik 95% dari 11,95 M ke 23,31 M.

2). Sekitar 3,65% kenaikan margin laba kotor dibanding 2025. Bilang lah revenue belum balik normal... but atleast profitability penjualan perusahaan keliatan jauh lebih sehat.

3). Volume belum sepenuhnya pulih tapi kondisi economics dari operasi yang masih berjalan mulai membaik. Operating cashflow naik sebesar 63 M dari 3,77 M di 2025 jadi 66,77 M di 2026. Dan cash receipts dari customers mencapai 407,20 M dengan pembayaran ke supplier sebesar 305,72 M.

Sayangnya memang gross profit 23,31 M habis dibabat. Dikurang G&A 12,20 M dan bunga 3,59 M, pake acara beban lainnya sebesar 20,99 M lagi. Ini yang bikin DPUM berubah jadi rugi sebelum pajak 13,46 M plus beban pajak 17,51 M.

Yang menarik lagi terkait PPE, bisa diliat di laporannya kalo ada penurunan sebesar 242,89 M atau sekitar 41% dari 592,81 M di desember tahun lalu. Penghapusan aset sebesar ini bisa jadi terkait dengan musibah kebakaran yang terjadi di bulan Juni kemarin.
Meskipun ngga secara eksplisit di nyatakan, tapi menurut saya timingnya sepertinya pas dengan kebakaran yang terjadi di bulan Juni kemarin.

Selain beberapa poin diatas ada beberapa hal lain yang perlu di perhatikan seperti biaya produksi dan livestock inventory yang turun serta eksposur leverage dan resiko balance sheet yang masih tinggi.

Kesimpulan pribadi bagi saya bisnis masih menghasilkan cash dari aktivitas operasi meskipun laba bersih masih minus.

Dan IMO ini cocok dengan skenario perusahaan yang lagi berusaha memulihkan diri daripada perusahaan yang operasionalnya otw kolaps

Tetep DYOR ya mentemen, selamat beristirahat, sampai ketemu lagi hari senin 馃憢

$DPUM $ISEA $IHSG

Read more...
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy