$DKHH mencatat Semester I 2026 dengan pendapatan Rp77 miliar, turun sekitar 10,4% YoY, sementara laba bersih turun 15,9% menjadi Rp5,3 miliar. Walau secara tahunan masih tertekan, performa kuartal II terlihat membaik dibanding kuartal I, sehingga pemulihan operasional mulai terlihat dari sisi profitabilitas.
Fokus berikutnya ada di RS DKH Cibadak. Dana IPO digunakan untuk pembangunan Gedung Karlinah lima lantai, pembelian CT-Scan, renovasi, dan modal kerja. Proyek ini diarahkan untuk menambah fasilitas poliklinik serta ruang rawat inap bagi pasien eksekutif maupun BPJS.
Di sisi pendanaan, DKHH juga memperoleh kredit investasi Rp74 miliar dari Bank Mandiri dengan tenor 10 tahun. Dana tersebut digunakan untuk refinancing aset rumah sakit dan peralatan pendukung. Kombinasi pembangunan fasilitas baru, tambahan alat medis, dan pembiayaan jangka panjang membuat perkembangan operasional DKHH di semester berikutnya layak terus dipantau.
