imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Gold Naik Gara2 Yield Obligasi AS Turun?

Kmrn saham emas2an meledak. PSAB 20%, BRMS 10%, HRTA 8%, ARCI 5%, EMAS 3% (EMAS cuma naik dikit karena sebulan terakhir dah naik 38%).
Penyebabnya apa lagi kalau bukan kenaikan harga emas dari $4350an ke $4475an. Harga $4350an sendiri adalah kenaikan dari $4000an sebulan lalu.
Harga emas kmrn naik gara2 Treasury AS (Dept keuangan) umumkan akan tingkatkan pembelian obligasi AS 2x lipat di bulan2 mendatang. Jadi keluarkan obligasi sendiri, di-beli2 sendiri. Tujuannya utk turunkan yield obligasi AS yg terus naik, konon tertinggi sejak kejadian 9/11. Repot dong pemerintah AS. Hutangnya sekarang lagi ATH, defisit lagi tinggi2nya (berarti mesti tambah hutang lagi), terus kena bunga tinggi lagi. Jadi, treasury AS beli obligasinya sendiri agar yield nya turun. (BTW yield itu arahnya berlawanan dengan harga obligasi. Kalau harga naik, yield turun. Kalau harag turun, yield naik). Setelah pengumuman tsb, yield obligasi 30thn AS langsung turun dari sekitar 5.28% jadi 5.20%. Tujuan tercapai.
Efek sampingnya adalah harga emas naik. Harga emas umumnya bergerak berlawanan dengan yield obligasi AS. Sebab kalau yield tinggi org mending taruh duit di obligasi daripada di emas yg nggak ada bunganya. Tapi apa itu cerita keseluruhannya?

Tadi malam yield obligasi AS naik lagi. ke sekitar 5.25%. Apa emas terus turun? Ternyata enggak. Sampai pagi ini emas malah cenderung naik ke $4500an. Berarti ada cerita lain dibalik kasus ini.

Kalo saya menduganya, org sudah makin nggak percaya sama USD. Bulan lalu Jepang dan AS kerjasama intervensi utk menguatkan Yen yg nilainya lagi jatuh. Kalau Jepang intervensi, ya wajar, mrk mau jaga mata uang mrk. Tapi apa urusan AS ikut2 intervensi kuatkan Yen? Ternyata AS takut Jepang akan jual obligasi AS utk amunisi intervensi Yen. Jepang intervensi menguatkan yen itu dengan jual USD dan membeli Yen. Kalau terus2an intervensi, Jepang perlu jual obligasi AS yg mrk punya utk dapat amunisi lagi utk intervensi. Jepang adalah negara pemegang obligasi AS terbesar di dunia. Kalo mrk jual obligasi AS, harganya bakal jatuh, Yield akan naik. AS yg runyam. Makanya mrk rela bantuin Jepang intervensi Yen.

Apa yg dibaca pasar dari kejadian ini? AS takut obligasi mrk sekarang jadi nggak laku. Takut obligasi harga turun, terus org2 pada jual obligasi AS yg mrk pegang sehingga harga makin turun. Kalau AS PD bahwa obligasi mrk masih menarik, biar aja Jepang jualan. Nanti juga akan ada yg tampung di bawah. Kalo yg keluarkan obligasinya aja nggak PD, gmn pasar mau percaya sm obligasi AS? makanya bulan lalu wkt kejadian ini, emas mulai naik. Org kalau nggak percaya USD, pindahnya ke emas.

Kasus yg sekarang, treasury AS mau beli obligasi AS, menambah persepsi pasar bahwa USD lagi nggak baik2 saja. Makin memperkuat narasi de-dolarisasi. Lihat hutang AS yg ATH, defisit fiskal naik terus, perang sama Iran nggak menang2. kepercayaan pada USD sbg reserve currency tambah goyah. Pindahnya ke emas.

Di jangka pendek mungkin emas turun dulu, karena org2 pada profit taking. Tapi jangka menengah dan panjang, saya yakin akan naik. Dan naiknya banyak. karena emas pelan2 akan menggerus proporsi USD sbg reserve currency.

BTW yen sudah melemah lagi, dan yield obligasi AS sudah mulai naik lagi. Jadi intervensi dan pengumuman beli obligasi itu sia2 saja di jangka panjang.

Semoga bermanfaat 馃檪

$ARCI $PSAB $EMAS

Read more...

1/3

testestes
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy