📰 BEI Berencana Ubah Batas Minimum Saham di Pasar Reguler & Tunai ke Rp1, Ubah Klasifikasi Auto Rejection

• BEI berencana untuk mengubah batasan harga minimum saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50/saham menjadi Rp1/saham.

• Wacana ini ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi saham–saham di harga Rp50 agar dapat ditransaksikan dengan rentang harga yang lebih luas serta mewujudkan price discovery yang lebih baik.

• BEI memperkirakan jika saham yang berada di Papan Pemantauan Khusus (call auction) ditransaksikan di pasar reguler (continuous auction), maka frekuensi dan nilai transaksi dapat meningkat sekitar 2–3x lipat.

• Selain itu, BEI juga berencana untuk mengubah klasifikasi batasan auto rejection, dengan rincian sebagai berikut:

Auto rejection bawah (ARB):
- Rp1–10: Rp1 (menggunakan nilai nominal, bukan persentase)
- Rp11–200: 15%
- Rp201–5.000: 15%
- > Rp5.000: 15%

Auto rejection atas (ARA):
- Rp1–10: Rp1 (menggunakan nilai nominal, bukan persentase)
- Rp11–200: 35%
- Rp201–5.000: 25%
- > Rp5.000: 20%

• Sebagai konteks, ketentuan existing menetapkan ARB sebesar 15% untuk semua rentang harga, sementara ARA ditetapkan sebesar 35% untuk saham di rentang harga Rp50–200, 25% untuk Rp201–5.000, dan 20% untuk > Rp5.000. Ketentuan existing juga tidak mengatur secara spesifik batasan auto rejection untuk saham di rentang harga Rp1–49 dalam mekanisme continuous auction.

• BEI juga berencana menghapus beberapa kriteria Papan Pemantauan Khusus agar selaras dengan wacana batas harga minimum yang baru, yakni: 1) kriteria 1 terkait saham dengan harga rata–rata < Rp51 dengan likuiditas rendah dalam 3 bulan terakhir dan 2) kriteria 11.2 terkait emiten yang tidak lagi memenuhi kriteria Papan Pemantauan Khusus lainnya tetapi harga sahamnya belum mencapai Rp50.

• Perubahan batasan harga minimum di pasar reguler dan pasar tunai serta klasifikasi baru auto rejection dijadwalkan akan diuji coba bersama anggota bursa pada 22 dan 29 Agustus 2026, dengan target implementasi per 7 September 2026.

[Sumber: Bursa Efek Indonesia]

_____
Stockbit Group

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy