$OKAS makin dibedah makin menarik. Fix ARA nih

Awalnya saya kira ini cuma saham yang lagi dapat momentum. Tapi ternyata kalau dilihat fundamental dan perubahan pemegang sahamnya, ada cerita yang lumayan menarik.

Pertama soal kontrak baru US$60 juta atau sekitar Rp1,1 triliun yang berjalan sampai 2029–2030.

Ini bukan kontrak dari bisnis kecilnya. Sekitar 94,78% revenue OKAS berasal dari segmen eksplosif, jadi kontrak baru ini masuk langsung ke core business mereka.

Artinya kalau eksekusinya berjalan baik, OKAS sekarang punya tambahan visibility pendapatan untuk beberapa tahun ke depan.

Tapi ada satu hal lagi yang menurut saya lebih bikin penasaran.

Tanggal 4 Agustus muncul nama PT Bumi Arsana Mulia (BAM).

Sebelumnya BAM punya 0 saham OKAS.

Tiba-tiba menjadi:

607.521.388 saham atau 25,60% OKAS.

Nilai transaksinya sekitar Rp73,51 miliar, setara kurang lebih Rp121/saham.

Nah, pas dicek lebih jauh ternyata Island Spice Investments Limited (ISIL), pemegang saham OKAS sebelumnya, punya...

607.521.388 saham.

Sama persis sampai lembar terakhir.

ISIL sendiri mendapatkan blok saham tersebut lewat private placement/debt-to-equity tahun 2023 di harga Rp320/saham.

Jadi sekarang:

ISIL = 607.521.388 saham
BAM = 607.521.388 saham

Apakah blok ISIL pindah ke BAM?

Indikasinya kuat, tapi belum bisa dianggap fakta sampai ada keterbukaan yang memastikan siapa pihak penjualnya.

Dan yang bikin tambah penasaran, informasi publik mengenai siapa sebenarnya pihak di belakang Bumi Arsana Mulia juga masih sangat terbatas.

Jadi cerita OKAS sekarang bukan sekadar harga lagi naik.

Ada kontrak baru Rp1,1 T, bisnis utama dapat visibility sampai 2029–2030, lalu tiba-tiba muncul pemegang 25,6% baru dengan jumlah saham yang persis sama dengan blok ISIL.

Sekarang malah pertanyaan yang lebih menarik:

Sebenarnya siapa Bumi Arsana Mulia dan mau ngapain dengan 25,6% saham OKAS?

DWYOR. $COIN $EMAS

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy