$FWCT mulai menunjukkan denyut pemulihan pada kuartal II 2026. Penjualan diperkirakan mencapai Rp322,4 miliar, jauh di atas kuartal I yang hanya Rp120,9 miliar. Kerugian kuartalan juga menyusut dari Rp20,9 miliar menjadi sekitar Rp4,8 miliar.
Namun, FWCT belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Penjualan semester I masih turun 35,7% menjadi Rp443,2 miliar dan laba bersih berbalik menjadi rugi Rp25,6 miliar. Tambahan mesin produksi memang membuka ruang peningkatan kapasitas, tetapi dampaknya terhadap margin dan keuntungan belum terlihat kuat.
Jadi, cerita FWCT saat ini bukan ekspansi besar-besaran, melainkan upaya bangkit setelah kuartal pertama yang berat. Laporan kuartal III akan menjadi pembuktian apakah kenaikan penjualan ini berkelanjutan atau hanya pemulihan sementara.
