imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Selamat pagi! ☀️

Revenue naik 30%.

Laba naik 40%.

Cabang bertambah.

Pabrik baru dibangun.

Sekilas:

“Wah, growth-nya bagus.”

Tapi ada satu pertanyaan yang menurut gw lebih penting:

Berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan growth itu?

Misalnya ada dua perusahaan.

Perusahaan A

Laba Rp1 T → Rp1,2 T.

Naik 20%.

Tapi untuk mendapatkan tambahan laba Rp200 M itu, perusahaan harus investasi modal baru Rp2 T.

Return dari modal tambahannya cuma sekitar 10%.

Perusahaan B

Laba Rp1 T → Rp1,2 T juga.

Tapi modal tambahan yang dibutuhkan cuma Rp500 M.

Return dari modal tambahannya sekitar 40%.

Growth laba sama.

Tapi economics-nya beda jauh.

Ini kenapa gw sekarang gak cuma lihat:

“Growth berapa persen?”

Tapi juga:

“Berapa return yang dihasilkan dari modal baru yang ditanam?”

Karena perusahaan bisa kelihatan tumbuh luar biasa sambil terus menyedot modal shareholder.

Buka toko baru.

Bangun pabrik.

Akuisisi.

Tambah aset.

Semua bikin perusahaan kelihatan makin besar.

Tapi bigger ≠ more valuable.

📌 Growth menciptakan value kalau return dari modal yang ditanam lebih tinggi daripada cost of capital-nya.

Kalau perusahaan terus reinvest dengan return buruk?

Growth justru bisa menghancurkan value.

Jadi jangan cuma cari perusahaan yang bisa tumbuh.

Cari perusahaan yang bisa tumbuh secara produktif.

Selamat beraktivitas!

$AMRT $MAPI $ERAA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy