📡 Telkom Serahkan “Jantung” Infrastrukturnya ke InfraNexia Apa Artinya untuk Investor TLKM?
Sc: Bloomberg Terminal || 8 Agustus 2026
Langkah ini lebih besar dari yang terlihat di permukaan. Pada 8 Agustus 2026, Telkom Indonesia resmi menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2 senilai Rp49,9 triliun mengalihkan portofolio aset jaringan ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia, atau yang kini dikenal sebagai InfraNexia. Setelah pengalihan ini rampung, InfraNexia mengelola lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan Telkom, mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut domestik yang membentang di seluruh Indonesia, hampir setara tiga kali keliling bumi.
Ini bukan sekadar reorganisasi internal. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebutnya sebagai bagian inti dari strategi TLKM 30 visi transformasi jangka panjang Telkom yang bertarget memonetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi secara lebih agresif. Spin-off ini juga disebutkan mendukung agenda konsolidasi aset BUMN yang diinisiasi Danantara Asset Management satu detail yang menarik karena membuka ruang kemungkinan InfraNexia kelak menjadi entitas yang berdiri sendiri, berpotensi melantai di bursa sebagai infrastructure play murni.
Dari sisi kinerja, timing spin-off ini menarik karena bertepatan dengan mulai membaiknya fundamental TLKM. Laba bersih TLKM pada 2Q26 melonjak 45% secara kuartalan menjadi Rp6,3 triliun, mendorong laba 1H26 tumbuh sekitar 1% YoY ke Rp10,6 triliun atau setara 59% dari proyeksi setahun penuh melampaui ekspektasi pasar. EBITDA margin naik ke 50,4% di 2Q26, mendekati target manajemen di atas 50%, meski segmen fixed broadband IndiHome masih stagnan dan ARPU seluler tetap dalam tekanan.
Secara valuasi, TLKM diperdagangkan di EV/EBITDA sekitar 4,3x dengan konsensus analis 20 rekomendasi beli dan target rata-rata Rp3.629, atau potensi upside sekitar 39% dari harga saat ini. Saham masih jauh di bawah level wajarnya menurut mayoritas analis, dengan dividend yield yang sudah dibayarkan sekitar Rp221 per saham dari hasil RUPST Juni lalu.
Yang perlu dicermati investor:
• Spin-off InfraNexia adalah unlock value play jangka panjang catalis nyatanya baru terasa jika InfraNexia melantai secara terpisah atau mendapat strategic investor dari luar TelkomGroup
• Persetujuan pemegang saham untuk spin-off fase 2 dijadwalkan diminta pada RUPSLB 30 September 2026 ini milestone berikutnya yang perlu dipantau
• Pemulihan laba 2Q26 positif tapi belum cukup untuk mengubah narasi secara fundamental segmen IndiHome yang stagnan dan tekanan ARPU seluler masih jadi batu sandungan
• Bagi investor income, dividend yield TLKM pasca-koreksi menjadi salah satu yang paling menarik di antara BUMN besar IDX tapi perlu verifikasi keberlanjutannya mengingat payout ratio 2025 yang mencapai 123% dari laba bersih
$TLKM $EXCL $GOTO
Disclaimer: Konten ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi jual/beli. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan masing-masing investor.
Mampir ke DC kita untuk diskusi lebih lanjut — link di bio 👆