SAHAM HEBOH HARI INI! ISAT Dapat Investasi Gede, INDY Dapat Kredit, BMRI Di-jamin Bank Dunia โ Ada Apa Lagi?
---
โ ๏ธ Disclaimer:
Informasi ini bersifat edukasi dan rangkuman berita berdasarkan data publik. Bukan rekomendasi jual-beli saham atau saran investasi. Pasar saham berisiko tinggi. Lakukan riset sendiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul.
---
๐ Rangkuman Berita Saham Penting:
$ISAT (Indosat)
Ooredoo Group umumkan investasi US$800 juta di Zankore, platform komputasi AI & neocloud di Indonesia yang dikembangkan bersama Indosat, Nokia, dan Nvidia. Ooredoo pegang 49% sebagai pemegang saham pendiri. Investasi ini diperkirakan sumbang EBITDA kumulatif hampir US$600 juta dalam 5 tahun pertama. Zankore targetkan kapasitas AI ~200 MW pada 1H27.
$INDY (Indika Energy)
Dapat fasilitas kredit US$155 juta dari Bank DBS Indonesia. Dana dipakai untuk capex proyek tambang emas di Sulawesi Selatan milik anak usaha PT Masmindo Dwi Area. Beberapa anak usaha INDY menjadi penanggung, dan fasilitas dijamin pari passu dengan surat utang senior 8,75% yang jatuh tempo 2029.
$BMRI (Bank Mandiri)
Bank Dunia berikan jaminan keuangan (financial guarantees) senilai US$750 juta kepada Bank Mandiri. Pinjaman diberikan dalam 2 tahap oleh HSBC dengan jangka waktu 3 tahun. Dana akan digunakan untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM.
SIDO (Sido Muncul)
Manajemen revisi turun guidance pendapatan 2026 dari flat menjadi -10% YoY. Revisi karena penahanan pengiriman ke distributor selama proses normalisasi inventori, yang bikin pendapatan 1H26 turun 20% YoY. Sell-out tetap flat di 1H26 dan naik 8% di 2Q26. Normalisasi inventori sudah selesai Mei 2026, dan sell-in Juli sudah mulai naik.
PTBA (Bukit Asam)
Proyek hilirisasi batu bara jadi Dimethyl Ether (DME) sedang dalam tahap business validation case oleh Danantara, melibatkan Pertamina sebagai offtaker. Target selesai tahun ini, lalu FID akhir 2027. Lokasi di Tanjung Enim, kapasitas input 7 juta ton batu bara/tahun untuk hasilkan 1,4 juta ton DME/tahun. Mitra investasi masih dijajaki.
TOWR (Sarana Menara Nusantara)
Laba bersih 2Q26 Rp916 miliar (+8% YoY), sehingga 1H26 mencapai ~Rp1,9 triliun (+12% YoY), sejalan ekspektasi. Pertumbuhan didorong kenaikan laba usaha mid-single digit dan penurunan beban keuangan signifikan. Segmen non-tower tumbuh kencang (+19%/+28% YoY) setelah konsolidasi BACH, sementara segmen tower stagnan.
CNMA (Nusantara Sejahtera Raya)
Laba bersih 1H26 turun 40% YoY karena pendapatan turun 9% dan admissions turun 12% menjadi 37,3 juta. Manajemen bilang pelemahan lebih karena jadwal & kualitas film, bukan permintaan konsumen. Target admissions 2026 tetap 87โ90 juta.
ERAA (Erajaya Swasembada)
Melalui anak usaha, bentuk joint venture Rp20,2 miliar dengan Oriental Coffee International (Malaysia). ERAA pegang 60%. Outlet pertama Oriental Kopi di Indonesia ditargetkan buka di Central Park Mall, Jakarta Barat akhir 2026.
---
1/3


