📊 S&P: Pemulihan Sentimen Kredit Indonesia Bergantung pada Implementasi Kebijakan
▪️ S&P Global Ratings mengatakan pada Kamis (6/8) bahwa tren sovereign credit Indonesia dalam 1–2 tahun ke depan akan bergantung pada kemampuan pemerintah untuk menstabilkan sentimen investor dan melaksanakan perubahan kebijakan terkini secara efektif.
▪️ S&P mencatat bahwa persepsi mengenai menurunnya prediktabilitas kebijakan di kalangan investor telah memengaruhi sentimen terkait profil sovereign credit Indonesia Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, yang kemungkinan disebabkan oleh penerapan mendadak sejumlah kebijakan pemerintah yang berdampak besar, khususnya di sektor sumber daya alam.
▪️ Kekhawatiran investor atas ketidakpastian kebijakan tersebut turut diperparah oleh tekanan eksternal yang meningkat seiring perubahan dinamika perdagangan global, gangguan pasokan energi akibat perang, dan meningkatnya biaya utang yang lebih tinggi.
▪️ Selain itu, kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia menjadi frontier market oleh sejumlah penyedia indeks juga memicu foreign outflow, yang pada gilirannya meningkatkan biaya utang pemerintah dan melemahkan buffer keuangan.
▪️ Meski demikian, S&P tidak mengekspektasikan penurunan metrik kredit fiskal dan eksternal Indonesia belakangan ini akan memicu penurunan sovereign credit rating dalam 1–2 tahun ke depan, serta memperkirakan kondisi kredit Indonesia akan pulih seiring dengan pelaksanaan kebijakan yang membantu meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap PDB.
[Sumber: S&P Global Ratings, Bloomberg]
------
Stockbit Group