9 Emiten Ini Bikin Laba Q2 2026 Meledak, Ada yang Naik Hampir 900%!
6 Agustus 2026
Laporan keuangan (LK) kuartal II 2026 sejumlah emiten sudah dirilis dan langsung menjadi perhatian pasar. Beberapa di antaranya mencatat lonjakan laba bersih yang sangat tajam dibanding periode yang sama tahun lalu (Q2 2025).
Berikut rangkuman kinerja laba/rugi bersih masing-masing berdasarkan data yang dipublikasikan:
Emiten yang Berbalik Untung / Lonjakan Tajam
* $BAJA (Saranacentral Bajatama)
* Laba bersih Q2 2026: Rp 32 miliar
* Kenaikan: 890,38% dibanding Q2 2025 (Rp 3 miliar).
* Catatan: Salah satu lonjakan tertinggi di antara emiten yang dirilis.
* AKPI (Argha Karya Prima Industry)
* Laba bersih Q2 2026: Rp 46 miliar
* Kenaikan: 605,44% dibanding Q2 2025 (rugi Rp 9 miliar).
* Catatan: Berbalik dari rugi menjadi laba besar.
* ALKA (Alakasa Industrindo)
* Laba bersih Q2 2026: Rp 4 miliar
* Kenaikan: 442,10% dibanding Q2 2025 (Rp 666 juta).
* APLI (Asiaplast Industries)
* Laba bersih Q2 2026: Rp 6 miliar
* Kenaikan: 342,73% dibanding Q2 2025 (rugi Rp 3 miliar).
* Catatan: Berhasil keluar dari zona merah.
* ADMG (Adhi Commuter Properti)
* Laba bersih Q2 2026: Rp 66 miliar
* Kenaikan: 293,46% dibanding Q2 2025 (Rp 17 miliar).
* BMSR (Bintang Mitra Semestaraya)
* Laba bersih Q2 2026: Rp 9 miliar
* Kenaikan: 229,80% dibanding Q2 2025 (rugi Rp 7 miliar).
* Catatan: Berbalik dari rugi menjadi laba.
* $BATR (Benteng Api Technic)
* Laba bersih Q2 2026: Rp 4 miliar
* Kenaikan: 72,49% dibanding Q2 2025 (Rp 2 miliar).
Emiten yang Masih Rugi (Tapi Ada Perbaikan)
* ALMI (Alumindo Light Metal Industry)
* Rugi bersih Q2 2026: Rp 145 juta
* Perbaikan: 99,56% (kerugian menyusut sangat tajam) dibanding Q2 2025 (rugi Rp 33 miliar).
* Catatan: Kerugian hampir hilang total.
* $AYLS (Arkayana Lestari Grup / Agro Yasa Lestari)
* Rugi bersih Q2 2026: Rp 746 juta
* Perubahan: -29,39% (kerugian membesar) dibanding Q2 2025 (rugi Rp 577 juta).
Ringkasan Cepat
Mayoritas emiten di atas berhasil mencetak pertumbuhan laba yang signifikan, bahkan beberapa berbalik dari rugi menjadi laba. BAJA, AKPI, dan ALKA menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan ratusan persen. Sementara ALMI berhasil menekan kerugian secara dramatis, sedangkan AYLS masih menghadapi tekanan.
> Disclaimer
> Bukan merupakan rekomendasi beli/jual saham. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Investor disarankan melakukan analisa mandiri, mempertimbangkan risiko, dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.
>
1/2

