PGEO 1H26: Laba Bersih +15% YoY Ditopang Selisih Kurs, Sedikit di Bawah Ekspektasi
Pertamina Geothermal Energy ($PGEO) mengadakan earnings call untuk membahas kinerja 1H26 pada Senin (3/8). Berikut beberapa catatan penting kami:
Stockbit’s take:
▪️ Laba bersih turun ke level US$36 juta pada 2Q26 (-5% YoY, -19% QoQ), sehingga laba bersih 1H26 menjadi US$80 juta (+15% YoY) dan setara 52% estimasi 2026F konsensus. Kami menilai capaian ini sedikit di bawah ekspektasi, mengingat PGEO masih perlu membukukan laba bersih US$75 juta selama 2H26 untuk mencapai estimasi 2026F konsensus (vs. 2H25: US$69 juta), sementara volume produksi pada periode tersebut diperkirakan akan turun ke level 2.510 GWh (vs. 2H25: 2.679 GWh, 1H26: 2.745 GWh) seiring maintenance unit Lahendong dan tidak adanya pembangkit listrik baru yang beroperasi hingga 2027.
▪️ Secara kuartalan, kenaikan pendapatan dari Lumut Balai Unit 2 secara tahunan belum sampai ke laba usaha. Pendapatan pada 2Q26 naik sebesar US$15 juta, tetapi diimbangi oleh kenaikan beban sebesar US$17 juta, dengan kontribusi terbesar dari beban pokok pendapatan lainnya (+147% YoY) dan beban umum dan administrasi (+36% YoY) yang kami perkirakan terkait ekspansi. Beban penyusutan sendiri naik +15% YoY, sejalan dengan kenaikan pendapatan, setelah nilai investasi unit tersebut mulai dibebankan ke laporan laba rugi.
▪️ Secara kumulatif, kenaikan laba bersih sebesar US$11 juta pada 1H26 seluruhnya berasal dari selisih kurs yang berbalik menjadi laba US$5 juta (vs. 1H25: rugi US$13 juta) seiring melemahnya yen Jepang terhadap dolar AS terkait pinjaman PGEO yang berdenominasi yen Jepang. Di sisi operasional, volume produksi naik +14% YoY dan tarif per kWh naik +9% YoY ke US$0,0496/kWh.
▪️ Ke depan, manajemen PGEO mempertahankan target produksi 2026 di 5.255 GWh (+3% YoY) yang telah tercapai 52% selama 1H26, dengan produksi Lahendong diperkirakan akan turun -7% YoY selama 2026 seiring jadwal maintenance. Manajemen PGEO juga menargetkan untuk menandatangani perjanjian penjualan listrik 45 MW kepada PLN Indonesia Power untuk proyek Ulubelu dan Lahendong serta mempercepat negosiasi perjanjian penjualan listrik untuk Lahendong Unit 7 & 8 pada 2H26, sementara proyek terdekat yang dijadwalkan beroperasi secara komersial adalah Ulubelu pada 2027.
Stockbit's View: Outlook Volume & Biaya pada 2H26 Sulit untuk Mengejar Guidance
▪️ Kami menilai laba bersih PGEO pada 2026F akan berada di sekitar batas bawah guidance manajemen di kisaran US$150–160 juta — kecuali jika nilai tukar yen Jepang kembali melemah terhadap dolar AS — seiring outlook penurunan volume produksi pada 2H26 dan tren beban yang kami perkirakan terus naik untuk mendukung target ekspansi ~1 GW pada 2028.
▪️ Beban pokok pendapatan ditambah beban umum dan administrasi selama 1H26 naik +27% YoY menjadi US$121 juta, di mana kami memperkirakan tekanan ini berlanjut seiring ekspansi yang masih berjalan, tercermin dari capex yang diperkirakan akan naik 3x lipat menjadi US$628 juta pada 2027 (vs. 2026: US$210 juta).
▪️ Key upside: 1) rencana revisi Perpres No. 112/2022 yang membuka peluang revisi narik tarif listrik guna menarik investasi tambahan sektor energi panas bumi; 2) pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS yang memberikan dampak positif untuk PGEO seiring pinjaman perseroan dari JICA berdenominasi yen Jepang, sehingga pelemahan yen Jepang menurunkan nilai liabilitas tersebut dalam dolar AS dan dibukukan sebagai laba selisih kurs; dan 3) progres maintenance dan ekspansi yang berjalan lebih cepat dari jadwal perkiraan, sehingga memberikan tambahan volume produksi di luar rencana kerja.
▪️ Faktor risiko: 1) tidak tercapainya guidance laba bersih perseroan dan estimasi konsensus seiring outlook penurunan volume produksi dan kenaikan biaya ekspansi; 2) anggaran capex yang terus meningkat dari US$209 juta pada 2026 menjadi US$628 juta pada 2027, sehingga membatasi ruang kenaikan dividen; dan 3) rasio free float yang saat ini berada di 11%, di bawah ketentuan minimum free float 15%.
[Sumber: Laporan Keuangan, Earnings Call]
_________
Theodorus Melvin (@TheodorusMelvin)
Investment Analyst Stockbit
1/2

