Sebuah Dislokasi... Ketika Harga Menciptakan Persepsi
Selamat pagi teman-teman di $IHSG
Sudah lama saya tidak menulis.... dan hari ini saya ingin menulis mengenai konsep yang menurut saya PENTING dalam dunia investasi, yaitu hubungan antara Fundamental, Harga, dan Persepsi.
Dan tentunya... Sebuah Dislokasi...
Menurut saya, beberapa bulan terakhir adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana sebuah MARKET DISLOCATION terbentuk.
Harga SAHAM turun → PERSEPSI memburuk → FUNDAMENTAL dianggap lemah → harga turun lebih dalam lagi.
Sebuah... Bola Salju...
Semuanya berawal dari ketidakpastian. MSCI, kekhawatiran terhadap rating Indonesia, pelemahan rupiah, hingga berbagai ketidakpastian kebijakan. KETIDAKPASTIAN demi KETIDAKPASTIAN membuat harga saham turun cukup dalam.
Ketika harga SAHAM terus turun, persepsi pasar ikut berubah. Semakin lama harga melemah, semakin banyak orang mulai percaya bahwa fundamental Indonesia juga ikut memburuk. Akhirnya terbentuk sebuah siklus dimana harga menciptakan persepsi, persepsi memengaruhi cara orang melihat fundamental, dan persepsi tersebut kembali menekan harga menjadi lebih rendah.
Nah.....
Padahal, banyak perusahaan di IHSG masih terus mencatatkan laba (bahkan banyak yang BERTUMBUH), menghasilkan arus kas yang LEBIH sehat, membayar dividen yang LEBIH BESAR, dan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Yang berubah jauh lebih cepat bukanlah fundamentalnya, melainkan persepsinya...
Menurut saya, di sinilah letak KESEMPATAN bagi INVESTOR....
Bukan mengikuti persepsi pasar, melainkan mencari DISLOKASI...
Momen ketika harga SAHAM turun jauh lebih cepat daripada perubahan nilai intrinsik sebuah bisnis. Karena justru pada saat persepsi berada di titik terburuk, sering kali valuasi menjadi yang paling menarik (Seperti kemarin-kemarin ini).
Karena perlu kita ketahui... harga SAHAM dipengaruhi oleh persepsi dalam JANGKA PENDEK, tetapi akan kembali mengikuti fundamental dalam JANGKA PANJANG.
$BMRI $ADRO
1/2

