$BAYU
Bayu Buana (BAYU) baru rilis laporan semester 1 2026. Labanya naik 44%. Kelihatannya keren banget kan? Tunggu dulu, ada yang menarik di balik angkanya 👇
Jadi begini. Sepanjang Januari–Juni 2026, BAYU cetak laba bersih Rp74,1 miliar, naik dari Rp51,4 miliar di periode yang sama tahun lalu. Kalau dipisah per kuartal, Q1 cuma untung Rp15,6 miliar, tapi Q2 tiba-tiba melesat jadi sekitar Rp58,5 miliar.
Loncatan sejauh itu dalam tiga bulan? Pasti ada ceritanya.
Dan ternyata memang ada. Tanggal 22 Juni 2026 ( delapan hari sebelum tutup buku kuartal) BAYU beli 100% saham PT Mandala Prima Perkasa, pemilik Hotel Ibis Makassar City Center, seharga Rp112,5 miliar. Nilai wajar perusahaan itu ternyata lebih tinggi dari harga belinya. Selisihnya? Rp37,1 miliar, dan aturan akuntansi mengharuskan selisih itu langsung dicatat sebagai keuntungan.
Analoginya kayak gini: kamu beli rumah Rp1 miliar padahal harga wajarnya Rp1,37 miliar. Di pembukuan, selisih Rp370 juta itu dicatat sebagai untung — walaupun rumahnya belum kamu jual dan nggak ada uang tunai masuk ke rekening. Istilah kerennya "goodwill negatif". Untung di atas kertas, sekali seumur hidup.
Tambah lagi ada untung jual aset tetap Rp5 miliar. Juga sekali-pakai.
Nah, kalau dua pos itu dikeluarkan, laba inti BAYU di semester 1 tinggal sekitar Rp32 miliar. Turun, dari sekitar Rp51 miliar tahun lalu.
Kenapa bisnis intinya lesu? Pendapatan H1 turun 14% jadi Rp1.124 miliar. Wajar sih harga avtur di Soekarno-Hatta meroket dari Rp13.656 per liter di Maret jadi Rp27.357 per liter di Mei. Tiket pesawat ikut naik 70–80%. Orang jadi mikir dua kali buat jalan-jalan, dan agen travel yang kena imbasnya.
Tapi ada kabar baiknya juga. Arus kas operasi BAYU balik positif Rp26,8 miliar (tahun lalu minus Rp63 miliar), ekuitas naik jadi Rp593,7 miliar, dan mereka tetap bagi dividen Rp100 per saham.
Jadi jawabannya: ya, BAYU untung di semester 1 DAN di Q2 2026. Tapi cuannya lagi ditopang "bonus akuntansi", bukan dari jualan tiket dan turnya.
Yang menarik ditunggu: hotel Makassar itu baru dibeli 8 hari sebelum kuartal berakhir, jadi kontribusi operasionalnya masih nol. Kelihatan aslinya nanti di Q3 dan Q4. Kalau laba inti mulai naik lagi dan hotelnya nyumbang beneran, berarti strategi diversifikasinya jalan 🏨
Bukan ajakan beli / jual ya, cuma bedah laporan keuangan. Laporannya sendiri juga statusnya belum diaudit.
$BULL $CDIA