imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🚗 ASII: Laba Bersih 1H26 (-19% YoY) Masih Lemah, Potensi Pulih Signifikan pada 2H26

Astra International ($ASII) mencatat laba bersih Rp6,7 T pada 2Q26 (-22% YoY, +14% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp12,5 T (-19% YoY). Meski realisasi laba bersih 1H26 baru setara 43% estimasi 2026F konsensus, kami menilai kinerja ASII akan pulih signifikan pada 2H26, sehingga masih dapat mengejar proyeksi laba bersih konsensus di level ~Rp29 T.

Terdampak Impairment, Kinerja UNTR Masih Lemah & Bebani ASII — Kontribusi anak usaha di bidang pertambangan dan alat berat, yakni United Tractors ($UNTR), masih membukukan kinerja laba bersih yang lemah sebesar Rp199 M pada 2Q26 (-93% YoY, -51% QoQ), sehingga laba bersih UNTR selama 1H26 hanya mencapai Rp607 M (-88% YoY). Pelemahan ini disebabkan oleh faktor operasional maupun faktor non–operasional. Secara operasional, tambang emas Martabe belum kembali ke level operasional normal meski sudah membaik dibanding 1Q26. Selain itu, kuota produksi RKAB batu bara yang lebih rendah berdampak negatif terhadap penjualan alat berat dan aktivitas kontraktor pertambangan. Di luar operasional, segmen ini membukukan beban one–off yang signifikan senilai ~Rp2,1 T, utamanya dari impairment sub–bisnis geothermal dan pembayaran sub–bisnis nikel ke Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Bisnis Otomotif & Jasa Keuangan Tumbuh High Single–Digit selama 1H26 — Segmen otomotif mencatat laba bersih Rp3,5 T pada 2Q26 (+13% YoY, +50% QoQ) sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp5,9 T (+9% YoY). Pertumbuhan laba bersih segmen ini utamanya didorong oleh kenaikan kontribusi laba bersih entitas asosiasi dan JV sebesar +13% YoY ke level Rp4,7 T selama 1H26, utamanya dari kenaikan kinerja PT Astra Daihatsu Motor. Sementara itu, segmen jasa keuangan membukukan laba bersih Rp2,4 T pada 2Q26 (+7% YoY, +5% QoQ), sehingga laba bersih segmen tersebut selama 1H26 mencapai Rp4,6 T (+6% YoY). Pertumbuhan laba utamanya didorong oleh pembiayaan baru yang tumbuh +10% YoY per Juni 2026.

Segmen ‘Others’ Terdongkrak CPO & Properti — Mulai 2Q26, ASII melakukan perubahan format pelaporan segmen, di mana bisnis–bisnis lain di luar 3 bisnis inti di atas — yakni, pertambangan dan alat berat, otomotif, jasa keuangan) — digabung sebagai segmen ‘others’. Segmen ini mencatat kenaikan laba bersih +81% YoY menjadi Rp1,4 T selama 1H26, yang diatribusikan oleh manajemen kepada: 1) bisnis CPO yang mengalami kenaikan harga jual dan volume penjualan; serta 2) kinerja bisnis properti yang meningkat seiring kontribusi dari warehouse yang baru saja diakuisisi.

🔑 Key Takeaway

Dengan asumsi tidak adanya lagi beban one–off yang signifikan pada 2H26 serta potensi revisi naik RKAB dan kelanjutan pemulihan produksi emas Martabe, kami menilai kinerja UNTR dapat pulih signifikan pada 2H26. Oleh karena itu, kami menilai ASII masih berpeluang untuk mencetak laba bersih di kisaran Rp28–29 T selama 2026, meski realisasi 1H26 masih tertinggal. Rencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp8 T yang telah diumumkan oleh ASII sebelumnya juga telah disetujui dalam RUPS dan akan dimulai pada bulan ini.

Stockbit Snips 30 Juli 2026
https://cutt.ly/PyuZIc6l

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy