🏦 BBCA: Laba Bersih +2% YoY pada 1H26, Loan Yield Mulai Naik
Bank Central Asia ($BBCA) mencatat laba bersih Rp14,9 T pada 2Q26 (+0% YoY, +1% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp29,5 T (+2% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 50%). Secara umum, kinerja laba bersih BBCA secara tahunan relatif flat akibat pertumbuhan kredit terkompensasi oleh penurunan margin. Beberapa highlights kami dari kinerja BBCA pada 2Q26 antara lain: 1) kredit terakselerasi pada 2Q26; dan 2) Net Interest Margin (NIM) telah mencapai bottom–nya pada 2Q26 dan berpotensi pulih pada kuartal–kuartal mendatang.
Pertumbuhan Kredit Terkompensasi Penurunan Margin — Kredit BBCA tumbuh +8% YoY per Juni 2026, di mana mayoritas pertumbuhan tersebut baru terlihat pada 2Q26 dengan kenaikan +4% QoQ yang utamanya masih didorong oleh segmen swasta (private). Pertumbuhan kredit per Juni 2026 tersebut tidak terefleksi ke pertumbuhan Net Interest Income (NII) akibat penurunan Net Interest Margin (NIM) seiring penurunan loan yield, sejalan dengan BI Rate yang lebih rendah sebelum kembali dinaikkan oleh Bank Indonesia mulai Mei 2026. NIM pada 2Q26/1H26 tercatat berada di level 5,3%, -50 bps lebih rendah secara tahunan.
Loan Yield Mulai Meningkat, Berpotensi Dorong Pemulihan NIM pada 2H26 — Manajemen BBCA mengatakan dalam earnings call 2Q26 bahwa sejak BI Rate mulai kembali dinaikkan pada Mei 2026, BBCA mulai melihat peningkatkan loan yield. Manajemen optimis bahwa tren peningkatan loan yield ini dapat mendukung prospek NIM mulai 3Q26, sehingga NIM selama 2026 masih dapat mencapai guidance di kisaran 5,4–5,6%. Ekspektasi ini didasarkan pada proyeksi BBCA bahwa BI Rate masih akan naik 2x lagi hingga akhir tahun, dengan asumsi The Fed menaikkan suku bunga AS sebanyak 1x hingga akhir 2026. Aspek kualitas aset secara umum relatif stabil, dengan LAR turun -20 bps QoQ meski NPL naik +10 bps QoQ. Cost of Credit (CoC) gross pada 2Q26 tercatat sebesar 0,4%, turun dari level 0,6% pada 1Q26. Manajemen mempertahankan guidance CoC 2026 di kisaran 0,4–0,5%, dengan potensi naik ke 0,6% jika kondisi makro menjadi lebih menantang.
🔑 Key Takeaway
Secara relatif, kami menilai BBCA berada pada posisi yang lebih baik dari aspek margin dibandingkan BMRI yang juga telah melaporkan kinerja 2Q26. BBCA melihat loan yield mulai meningkat sejalan dengan kenaikan BI Rate, sementara kredit baru BMRI yang lebih banyak didorong oleh related parties memiliki loan yield yang lebih rendah sehingga menekan margin. Menarik untuk dipantau apakah perbedaan dinamika antara BBCA dan himpunan bank milik negara (Himbara) juga terlihat pada kinerja BBNI dan BBRI yang belum melaporkan kinerja 2Q26.
Stockbit Snips 28 Juli 2026
https://cutt.ly/FyupPs9k
