🧪 ESSA 1H26: Laba Bersih +103% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi
• ESSA Industries Indonesia ($ESSA) mencatat laba bersih US$11 juta pada 2Q26 (+70% YoY, -39% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$30 juta (+103% YoY) dan setara 41% estimasi 2026F konsensus (vs 1H25: 37% laba bersih 2025).
• Kenaikan laba bersih selama 1H26 utamanya didorong oleh harga jual amonia terealisasi yang naik +70% YoY menjadi US$531/MT, yang lebih dari cukup untuk mengimbangi penurunan volume produksi amonia sebesar -8% YoY menjadi ~321 ribu ton. Alhasil, pendapatan segmen amonia tumbuh +43% YoY menjadi US$166 juta dan margin laba kotor melebar ke level 35,2% (vs 1H25: 27,7%).
• Sebagai konteks, penurunan laba secara kuartalan dipicu oleh pelaksanaan turnaround maintenance pabrik amonia selama 34 hari pada Mei–Juni 2026, lebih cepat dari rencana 35–38 hari. Kegiatan tersebut memangkas volume produksi amonia pada 2Q26 menjadi ~126 ribu ton (-36% QoQ, -31% YoY).
• Selain itu, maintenance tersebut mengerek biaya pabrikasi pada 2Q26 menjadi US$34 juta (+98% QoQ), utamanya berasal dari biaya suku cadang dan perlengkapan pabrik serta biaya perbaikan dan pemeliharaan.
[Sumber: Laporan Keuangan, Press Release]
______
Theodorus Melvin (@TheodorusMelvin)
Investment Analyst Stockbit Group
