imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kenapa Bond ID10 yang Katanya Buat 10 Tahun Malah Sering Dibuat Trading?

Banyak yang salah paham soal Bond ID10. Karena namanya obligasi 10 tahun, langsung dianggap semua pembelinya bakal pegang sampai jatuh tempo. Padahal di pasar institusi, cara mainnya beda.

Yang diperdagangkan itu bukan tenor 10 tahunnya tapi perubahan harga obligasinya.

Selama harga masih bisa naik, maka bond tetap jadi instrumen trading. Nilai transaksinya bahkan bisa jauh lebih besar dibanding transaksi saham harian.

Di sinilah trader retail sering telat baca permainannya.

Begini alurnya Bro..

Saat fund besar melihat peluang BI Rate turun atau arus modal mulai masuk ke emerging market, mereka nggak langsung belanja saham. Yang pertama mereka incar itu biasanya obligasi pemerintah.

Lo tau kenapa?

Karena pasar bond itu jauh lebih dalam. Mereka bisa masuk puluhan triliun tanpa bikin harga bergerak liar seperti di saham.

Begitu permintaan bond naik, harga bond ikut naik.

Kalau harga bond naik maka yield otomatis jadi turun.

Nah.. Pada banyak trader yang berhenti sampai kalimat itu. Padahal bagian paling penting justru baru dimulai..

Yield yang turun itu dibaca pasar global sebagai sinyal bahwa premi resiko Indonesia sedang mengecil. Artinya Indonesia mulai dianggap lebih layak menerima aliran dana.

Setelah itu uang mulai berdatangan.

Bukan cuma ke bond tapi juga ke pasar saham.

Sebelum dana asing membeli aset rupiah, mereka harus menjual dolar lebih dulu.

Setelah Dolar dijual.

Lalu Rupiah dibeli.

Kemudian $USDIDR turun.

Selanjutnya Rupiah menguat.

Setelah rupiah stabil, dana asing mulai menambah posisi di saham-saham besar.

Barulah di titik ini $IHSG mulai ikut naik.

Makanya sering muncul kondisi seperti ini..

Yield ID10 sudah turun beberapa hari.

USDIDR juga mulai turun.

Tapi IHSG kok malah masih jalan di tempat?

Banyak retail yang mengira kayak gak ada apa-apa.

Padahal uang besar udah lebih dulu parkir di bond.

Saham barulah menyusul belakangan.

Sekarang masuk ke pertanyaan berikutnya...

Kalau bond memang investasi jangka panjang, kenapa bisa di HAKA atau di BUKI?

Jawabannya karena target mereka itu bukan kupon.

Target mereka adalah selisih harga.

Misalnya fund membeli bond saat yield 7%.

Beberapa minggu kemudian yield turun menjadi 6,6%.

Turunnya memang cuma 40 basis poin.

Tapi kenaikan harga bond dengan nominal puluhan triliun bisa menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Di titik itulah mereka mulai melepas barang.

Bukan karena bond nya yang jelek.

Tapi karena target keuntungan sudah tercapai.

Begitu distribusi dimulai, maka harga bond turun.

Lalu Yield naik lagi.

Kalau penjualannya terus membesar, maka sebagian dana mulai keluar dari Indonesia.

Terus Rupiah ikut tertekan.

USDIDR jadi naik.

Setelah itu tekanan mulai muncul di pasar saham.

Jadi urutannya hampir selalu seperti ini.

Bond akan bergerak lebih dulu.

Lalu USDIDR.

Terakhir IHSG.

Inilah alasan kenapa trader institusi hampir selalu membuka layar bond sebelum melihat chart saham.

Karena bond adalah tempat pertama perpindahan uang besar terlihat.

Kalau lo baru melihat IHSG, sering kali pergerakan utamanya sudah berjalan cukup jauh.

Market saham bukan pemimpin arus modal.

Pasar obligasilah yang lebih dulu memberi tau kemana uang besar itu sedang berjalan.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy