imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🎯 S&P Pertahankan Rating & Outlook Kredit Indonesia

👋 Stockbitor!

Lembaga pemeringkat sovereign credit, S&P Global Ratings (S&P), pada Senin (13/7) mengumumkan mempertahankan rating Indonesia di level 'BBB' untuk kredit jangka panjang dan 'A-2' untuk kredit jangka pendek dengan outlook 'stable’.

Secara umum, S&P menilai pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia — yang dipicu oleh tingginya harga energi dan suku bunga, lemahnya nilai tukar, meningkatnya ketidakpastian kebijakan, dan akumulasi utang — bersifat sementara dan dapat dimitigasi oleh 1) kenaikan harga komoditas, 2) pemangkasan belanja negara, serta 3) pengambilan kebijakan yang lebih stabil.

Outlook ‘stable’ dipertahankan oleh S&P berdasarkan ekspektasi bahwa pendapatan negara akan lanjut pulih pada tahun ini dan devisa ekspor akan rebound seiring kenaikan harga komoditas. Upaya pemerintah untuk mensentralisasi pengelolaan dan mengurangi kebocoran di sektor komoditas diyakini akan meningkatkan penerimaan seiring waktu, terutama jika pengambilan kebijakan menjadi lebih predictable serta implementasi membaik. Pandangan ini terbalik dibandingkan pernyataan S&P pada akhir Mei 2026, yang menilai bahwa rencana sentralisasi ekspor menciptakan ketidakpastian downside yang lebih besar terhadap rating Indonesia. Outlook ‘stable’ juga merefleksikan ekspektasi S&P bahwa pemerintah tetap menjadikan batas defisit APBN sebesar 3% terhadap PDB sebagai jangkar kebijakan penting.

Terkait rating, S&P menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang pruden, beban utang yang relatif rendah dibandingkan negara–negara peers. Di sisi lain, pendapatan per kapita yang modest, basis pendapatan fiskal dan ekspor yang sempit serta pasar keuangan domestik yang kurang dalam dan terdiversifikasi — sehingga meningkatkan beban pengembalian pemerintah — mengkompensasi poin–poin kekuatan Indonesia.

🔑 Key Takeaway

Dengan pengumuman di atas, S&P menjadi satu–satunya dari tiga lembaga pemeringkat utama yang masih mempertahankan outlook Indonesia di level 'stable’ setelah Fitch dan Moody's menurunkan outlook menjadi 'negative' pada awal tahun ini. Oleh karena itu, perkembangan ini memberikan relief dan menjadi positive surprise bagi market sehingga IHSG merespon positif dengan menguat +1,92% pada Senin (13/7). Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah -0,35% ke level 18.118 pada penutupan hari ini, Senin (13/7), setelah sempat menyentuh level 18.141 pada perdagangan intraday.

Setelah review S&P, investor perlu memantau data inflasi AS yang dijadwalkan rilis pada 14 Juli 2026 waktu setempat, yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan suku bunga global.

Stockbit Snips 13 Juli 2026
https://cutt.ly/zyeeR151

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy