imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sebenarnya Tau Tapi Pura-Pura Nggak Tau

Ada satu kebiasaan yang jarang diakuin sama kebsnyakan trader dan investor. Bukan karena nggak bisa analisa saham ataupun nggak ngerti chart. Tapi pura-pura nggak tau waktu chart mulai ngasih jawaban yang nggak sesuai sama keinginan.

Chart udah ngomong dengan jelas. EMA20 masih ngarah ke bawah. Volume beli belum nongol. MACD masih nongkrong di area negatif. Foreign juga belum berhenti buang barang. Disitu sebenarnya otak lo udah ngasih alarm.

"Belum waktunya".

Tapi tangan lo lebih dulu pencet tombol beli.
Lo lebih pengen pendapat lo benar daripada ngikutin apa yang lagi ditunjukkan pasar.

Ini yang sering nggak disadari. Pasar itu nggak pernah peduli sama keyakinan lo. Dia cuma bergerak sesuai aliran uang. Selama uang besar belum masuk, maka harga nggak punya alasan buat berubah arah.

Lucunya setelah nyangkut, lo masih nyari pembenaran.

Cari berita yang cocok lah..
Cari komentar yang bikin tenang lah..
Cari influencer yang bilang saham itu tinggal terbang lah..

Padahal sebelum beli pun lo udah tau kondisinya masih belum layak.

Momentum trading itu bukanlah kemampuan buat nebak besok naik atau turun. Nilainya ada di kemampuan buat nolak transaksi yang probabilitasnya kecil. Semakin banyak transaksi yang berhasil lo hindari, maka hasil akhirnya justru makin bagus.

Banyak orang yang sibuk nambah indikator. Padahal yang perlu ditambah itu sering kali cuma kejujuran sama analisa sendiri.

Kalau sinyal belum lengkap, ya belum lengkap. Nggak ada gunanya dipaksa.

Kalau volume belum ngangkat, ya sabar menunggu.

Kalau struktur downtrend belum patah, ngapain buru-buru masuk? Pengen jadi pahlawan bursa?

Kerugian besar itu jarang datang karena pasar yang terlalu pintar. Lebih seringnya itu karena trader memilih mengabaikan sesuatu yang sebenarnya sudah dia lihat sendiri beberapa menit sebelum menekan tombol beli.

Random tags: $BACH $COCO $TPIA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy