imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IHSG Makin Sunyi, Investor Nyangkut, Trader Pensiun Dini

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Sudah lebih dari 1 minggu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sunyi banget. Tiap kali login akun trading, running trade rasanya lebih mirip tempat pemakaman ketimbang bursa. Bedanya, di pemakaman orang sudah selesai urusannya, di bursa investor masih hidup tapi portofolionya dikubur pelan-pelan. Saya menduga banyak investor dan trader sudah pensiun dini karena beli saham di 2024 sampai awal 2026, saat valuasi beberapa saham di IHSG lagi gila-gilanya. Price Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) bisa sampai puluhan bahkan ratusan kali, sampai cocok disebut valuasi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), karena memang rasanya kolonial sekali terhadap dompet investor ritel. Bahkan valuasi Nvidia dan Samsung saja bisa terlihat sopan kalau dibandingkan dengan beberapa saham Indonesia waktu itu. Begitu sentimen MSCI dan FTSE soal freeze indeks meledak, IHSG langsung nyungsep dari area All Time High (ATH) 9.174 ke sekitar 5.643. Banyak investor yang floating loss lebih dari 50%, bahkan ada yang minus 90%. Yang masih bisa senyum sekarang biasanya cuma dua jenis orang, yaitu yang masih punya dry powder kas dan yang pegang saham dividen konsisten. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Tapi kita tidak perlu khawatir meskipun bursa sunyi atau saham nyungsep karena kita adalah bangsa yang besar. Harus tetap semangat di bursa. Jangan menyerah. Buy Indonesia, Sell Singapore. Karena kenapa? Karena orang desa tidak punya dollar dan tidak punya saham dan tidak bermimpi kaya tapi hidup layak. Bismillah, komisaris Pertamina ๐Ÿคฒ ๐Ÿคฒ ๐Ÿคฒ ๐Ÿ—ฟ

Kalau lihat angka bursa terakhir, rasa sunyi itu memang bukan cuma perasaan. Pada 30 Juni 2026, IHSG ditutup di 5.643,194, turun 177,596 poin atau minus 3,05% dalam sehari. Dari ATH 9.174 ke posisi 5.643, IHSG sudah jatuh sekitar 3.531 poin, atau kurang lebih 38,5%. Jadi ini bukan koreksi kecil yang bisa diselesaikan dengan kalimat sabar ini cuma sementara. Ini sudah fase market yang membuat banyak orang mulai mempertanyakan kenapa dulu mereka download aplikasi sekuritas.

Yang bikin lebih muram, transaksi juga tidak ramai. Volume saham hari itu hanya 19,946 miliar saham, padahal rata-rata harian Year to Date (YTD) sekitar 41,716 miliar saham. Artinya volume cuma sekitar 47,8% dari rata-rata. Nilai transaksi juga hanya Rp15,309 triliun, sekitar 63,3% dari rata-rata YTD Rp24,194 triliun. Frekuensi transaksi 1,601 juta kali, cuma sekitar 61,0% dari rata-rata 2,626 juta kali. Jadi bursa bukan cuma turun, tapi turunnya juga dalam suasana sepi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿ“Œ Bukti IHSG makin sunyi
โ€ข ๐Ÿ“ฆ Volume 30 Juni 2026
19,946 miliar saham, hanya sekitar 47,8% dari rata-rata YTD

โ€ข ๐Ÿ’ฐ Nilai transaksi
Rp15,309 triliun, hanya sekitar 63,3% dari rata-rata YTD

โ€ข ๐Ÿ” Frekuensi transaksi
1,601 juta kali, hanya sekitar 61,0% dari rata-rata YTD

โ€ข ๐Ÿ“‰ IHSG dari ATH 9.174 ke 5.643
Turun sekitar 38,5%

โ€ข ๐ŸงŠ Rasa market
Banyak saham murah, tapi pembelinya seperti hilang dari peredaran

Masalahnya, investor bukan cuma takut karena IHSG turun sehari. Mereka capek karena jatuhnya berulang. Pada Juni 2026 saja, ada beberapa hari yang benar-benar brutal. Tanggal 3 Juni, IHSG turun sekitar 4,11%. Tanggal 5 Juni, turun sekitar 4,20%. Tanggal 8 Juni, turun 4,52% dan jadi salah satu hari paling parah secara persentase. Tanggal 24 Juni, turun 3,56%. Lalu 30 Juni, turun lagi 3,05%. Jadi market seperti tidak memberi waktu investor bernapas. Baru bangun sedikit, langsung dipukul lagi.

๐Ÿ”ฅ Hari-hari paling parah di Juni 2026
1. 8 Juni 2026
โ€ข IHSG turun sekitar 4,52%
โ€ข Ini yang paling parah secara persentase

2. 5 Juni 2026
โ€ข IHSG turun sekitar 4,20%

3. 3 Juni 2026
โ€ข IHSG turun sekitar 4,11%
โ€ข Secara poin, ini termasuk yang paling besar

4. 24 Juni 2026
โ€ข IHSG turun sekitar 3,56%

5. 30 Juni 2026
โ€ข IHSG turun 3,05% ke 5.643,194

Tekanan asing juga masih jadi beban psikologis. Pada 30 Juni 2026, asing net sell Rp1,043 triliun dalam sehari. Secara YTD, net sell asing sudah mencapai Rp73,606 triliun. Dalam simulasi yang lebih luas, kalau memakai angka net sell asing sekitar Rp86 triliun dan sensitivitas kasar Rp1 triliun net sell setara 39 poin IHSG, wajar kalau investor merasa market seperti ditarik terus ke bawah. Apalagi di saham-saham besar, kepemilikan asing masih tebal. $BBCA, $BBRI, BMRI, BREN, dan DSSA saja punya potensi nilai asing sekitar Rp603,11 triliun dalam simulasi kasar. Jadi ketakutan market bukan cuma soal asing sudah jual, tapi bagaimana kalau asing belum selesai jualan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Namun yang paling terasa adalah big cap ikut jebol. Pada 30 Juni, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 6,33% dan sendirian menyeret IHSG minus 35,12 poin. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menekan minus 17,25 poin, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) minus 9,86 poin, PT Astra International Tbk ($ASII) minus 7,58 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) minus 7,04 poin. Sepuluh saham penekan terbesar hari itu totalnya menyeret IHSG sekitar 106,86 poin, atau sekitar 60% dari total penurunan harian.

๐Ÿ“Œ Big cap yang bikin IHSG berat
โ€ข ๐Ÿฆ BBCA
Turun 6,33%, menekan IHSG minus 35,12 poin

โ€ข ๐Ÿฆ BBRI
Turun 3,87%, menekan IHSG minus 17,25 poin

โ€ข ๐ŸŒ MORA
Turun 7,38%, menekan IHSG minus 9,86 poin

โ€ข ๐Ÿš— ASII
Turun 4,03%, menekan IHSG minus 7,58 poin

โ€ข ๐Ÿฆ BMRI
Turun 2,28%, menekan IHSG minus 7,04 poin

โ€ข ๐Ÿงจ Total 10 top laggards
Menekan IHSG sekitar 106,86 poin

Ini yang membuat market terasa putus asa. Dulu investor bisa menghibur diri dengan kalimat beli blue chip saja aman. Sekarang blue chip ikut dijual. Bank besar jatuh, telko jatuh, komoditas jatuh, properti jatuh, teknologi jatuh. Pada 30 Juni, ada 397 saham turun lebih dari 2%, lalu 202 saham turun antara 0% sampai 2%. Total saham turun sekitar 599 saham. Saham yang naik hanya sekitar 141 saham. Dari sisi market cap, sekitar Rp7.388 triliun kapitalisasi pasar berada di saham yang turun. Jadi yang merah bukan cuma saham kecil pinggir jalan. Badan utama bursa ikut remuk.

Sektor juga menunjukkan luka yang luas. Secara YTD, Energy turun 42,17%, Properties and Real Estate turun 40,15%, Infrastructures turun 37,00%, Technology turun 34,39%, dan Basic Materials turun 32,24%. Bahkan indeks saham likuid juga hancur. LQ45 turun 34,67%, IDX30 turun 28,12%, IDX80 turun 37,54%, KOMPAS100 turun 39,01%, dan Pefindo I-Grade turun 40,00%. Jadi ini bukan cuma saham gorengan yang dihukum. Saham yang dianggap berkualitas pun kena gebuk. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿ“Œ Kerusakan indeks dan sektor YTD
โ€ข ๐Ÿ“‰ IHSG
Turun 34,74%

โ€ข ๐Ÿฆ LQ45
Turun 34,67%

โ€ข ๐Ÿงฑ IDX80
Turun 37,54%

โ€ข ๐Ÿงพ KOMPAS100
Turun 39,01%

โ€ข โšก Energy
Turun 42,17%

โ€ข ๐Ÿ˜๏ธ Properties and Real Estate
Turun 40,15%

โ€ข ๐Ÿ—๏ธ Infrastructures
Turun 37,00%

โ€ข ๐Ÿ’ป Technology
Turun 34,39%

Kalau dibandingkan ASEAN, rasa malunya makin tebal. Indonesia turun 34,74% YTD. Thailand malah naik 26,32%, Singapura naik 11,29%, Vietnam naik 3,95%, Filipina cuma turun 0,26%, dan Malaysia cuma turun 0,96%. Artinya, investor Indonesia tidak bisa sekadar menyalahkan global market. Karena tetangga sebelah banyak yang baik-baik saja, bahkan ada yang meroket. Di data pembanding dunia, Indonesia berada di posisi 35 dari 35 bursa. Jadi kalau ada yang bilang IHSG ini salah satu bursa paling menyiksa, itu bukan drama. Angkanya memang begitu.

Yang lebih menyakitkan, valuasi IHSG sekarang sebenarnya tidak terlihat mahal. Market PER sekitar 11,90x dan market PBV sekitar 1,50x. Banyak saham juga sudah masuk area near Jong Kox. PGAS misalnya punya PBV 0,68x, PER annualised 5,37x, dividend yield 9,33%, dan Free Cash Flow (FCF) TTM Rp5,09 triliun. PTBA PBV 1,12x, PER 8,23x, dividend yield 5,02%, dan FCF Rp3,30 triliun. DRMA PBV 1,37x, PER 6,90x, dividend yield 8,24%, dan FCF Rp559,68 miliar. Tapi ketika investor sudah trauma, saham murah pun bisa tetap dibiarkan murah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Contoh ekstrem lain adalah PT https://cutt.ly/It5LzsUZ Tbk (BUKA). Secara neraca, BUKA punya kas jumbo Rp13,45 triliun, net cash sekitar Rp13,33 triliun, utang bank nol, PBV sekitar 0,36x, dan Enterprise Value (EV) sekitar minus Rp4,5 triliun di harga Rp97. Tapi sahamnya tetap dibuang market karena investor tidak percaya kas besar itu bisa berubah menjadi laba usaha yang jelas. BUKA bahkan sudah memangkas karyawan dari 1.018 orang menjadi 424 orang pada akhir 2025, lalu turun lagi menjadi 419 orang pada Maret 2026. Total penyusutan sekitar 599 orang atau 58,84%. Bisnis riil memang sedang mode kurus.

๐Ÿ“Œ Kenapa pasar tetap sunyi walau banyak saham murah
1โ€ข ๐ŸงŠ Investor trauma
Banyak yang floating loss 50% sampai 90%

2โ€ข ๐Ÿ”ฅ Trader banyak cut loss
Setelah berkali-kali false rebound, banyak yang berhenti mengejar pantulan

3โ€ข ๐ŸŒ Asing masih net sell
YTD sudah puluhan triliun rupiah

4โ€ข ๐Ÿฆ Big cap ikut jebol
Bukan cuma saham kecil yang jatuh

5โ€ข ๐Ÿ“‰ Likuiditas turun
Volume, value, dan frekuensi jauh di bawah rata-rata YTD

6โ€ข ๐Ÿงจ Valuasi murah belum cukup
Market butuh trust, bukan cuma PER dan PBV rendah

7โ€ข ๐Ÿ’ผ Bisnis riil juga mengetat
BUKA PHK hampir 60%, perusahaan lain pun banyak efisiensi

Jadi sunyinya IHSG sekarang bukan sekadar karena investor lagi liburan atau trader sedang menunggu sinyal teknikal. Ini sunyi karena banyak orang sudah luka. Ada yang nyangkut di saham overvalued, ada yang cut loss berkali-kali, ada yang kapok setelah beli saham IPO, ada yang akhirnya sadar bahwa saham tidak selalu membuat kaya, kadang cuma membuat sering buka aplikasi sambil menghela napas. Dulu market ramai karena semua orang merasa bisa cuan. Sekarang market sepi karena terlalu banyak orang sudah belajar bahwa cuan di bursa tidak datang dari keberanian saja, tapi juga dari valuasi, kas, dividen, arus asing, dan kemampuan bertahan ketika semua orang lain memilih menyerah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Yang masih punya dry powder sekarang posisinya beda. Mereka bisa melihat saham murah sebagai peluang. Yang pegang saham dividen juga masih punya alasan untuk bertahan karena ada cash flow masuk. Tapi bagi investor yang masuk saat valuasi rasa VOC, lalu sekarang portofolionya minus dalam, IHSG bukan lagi tempat berburu cuan. IHSG sudah berubah jadi tempat latihan mental, dan tidak semua orang kuat ikut pelatihan tanpa sertifikat seperti ini. ๐Ÿ—ฟ

Tapi tenang saja. Tetap semangat di bursa IHSG. Ini koreksi sehat. Nanti IHSG akan rebound walaupun kita tidak tahu kapan. Pokoknya percaya aja dulu. Indonesia hebat. Karena kenapa? Karena orang desa tidak punya dollar dan tidak punya saham dan tidak bermimpi kaya tapi hidup layak. ๐Ÿ—ฟ Bismillah komisaris Pertamina ๐Ÿคฒ

This is not financial advice. Ini bukan rekomendasi penasihat investasi untuk jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy