đź’‰ Pemerintah Kembali Injeksi Dana ke Himbara hingga Menjadi Rp400 T
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (26/6) bahwa pemerintah akan kembali menginjeksi dana saldo anggaran lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara) guna menjaga likuiditas perbankan. Pernyataan Purbaya tersebut menandakan berbalik arahnya kebijakan Kementerian Keuangan, di mana Direktur Jenderal Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa pihaknya telah menarik dana SAL yang ditempatkan di Himbara secara bertahap.
Sebelumnya, jumlah dana SAL yang ditempatkan di Himbara tersisa sekitar Rp170 T, yang kemudian ditingkatkan menjadi Rp200 T untuk penempatan jangka panjang. Selanjutnya, pemerintah berencana menambah dana sebesar Rp100 T untuk jangka waktu 3–4 bulan, serta tambahan Rp100 T lainnya dengan skema yang lebih fleksibel. Dengan demikian, tambahan penempatan dana ini akan membuat total SAL pemerintah di Himbara berpotensi mencapai Rp400 T.
Purbaya mengatakan bahwa dengan adanya tambahan likuiditas via peningkatan penempatan SAL di Himabara, Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan secara nasional akan berkisar +14–15% YoY selama 2026. Tanpa tambahan likuiditas tersebut, Purbaya mengatakan bahwa pertumbuhan kredit nasional akan melambat hingga di bawah pertumbuhan yang tercatat pada Mei 2026 di +11,51% YoY, berdasarkan diskusi Kementerian Keuangan dengan para kepala eksekutif Himbara.
🔑 Key Takeaway
Injeksi tambahan dana SAL pemerintah ke Himbara berpotensi mengurangi kekhawatiran pengetatan likuiditas pasca–kenaikan BI Rate sebesar +100 bps dalam sebulan terakhir serta tingginya yield SRBI. Apalagi posisi Loan–to–Deposit (LDR) Himbara juga relatif tinggi per Mei 2026 akibat loan growth yang kencang hingga Mei 2026. Likuiditas yang lebih longgar ini dapat membatasi kenaikan biaya pendanaan (Cost of Fund/CoF) bagi perbankan. Kami menilai bahwa perkembangan ini positif bagi saham–saham big banks, terutama Himbara, mengingat Net Interest Margin (NIM) akan mendapatkan dukungan dari sisi CoF di tengah tantangan untuk menaikkan lending yield pasca–kenaikan BI Rate akibat kompetisi yang intens di segmen korporasi dan belum optimalnya pertumbuhan segmen konsumer dan UMKM.
Merespons pengumuman tersebut, saham–saham Himbara berbalik menguat. Dari titik terendah hingga penutupan perdagangan Jumat (27/6), saham $BMRI naik +2,3%, $BBRI +2,1%, $BBNI +2,8%, dan BBTN +1,8%.
Stockbit Snips 26 Juni 2026
https://cutt.ly/mt7UcSZC
