PELAJARAN DARI TOKYO & OSAKA JEPANG
Hari-hari ini saya sedang berada di Tokyo. Sebelumnya saya juga mengunjungi Osaka. Banyak orang datang ke Jepang untuk menikmati wisata, kuliner, atau berbelanja. Namun sebagai seorang investor, saya justru lebih tertarik memperhatikan bagaimana masyarakatnya hidup, bekerja, dan mengambil keputusan setiap hari, Kebetulan saya ditemani KOLEGA SAYA Yang Merupakan Orang Asli JEPANG dan Hidup dan Bekerja di Tokyo.
Semakin lama saya mengamati, semakin saya sadar bahwa rahasia kemajuan Jepang bukan hanya teknologi. Bukan pula karena mereka memiliki sumber daya alam yang melimpah. Yang paling membedakan justru adalah budaya dan cara berpikir.
Dan menurut saya, pelajaran itu sangat relevan bagi investor Indonesia.
1. Tidak Tergesa-Gesa Mengejar Keuntungan
Di Tokyo, hampir semua hal berjalan cepat, tetapi tidak ada yang terburu-buru.
Kereta datang tepat waktu, orang berjalan cepat, pekerjaan dilakukan efisien, tetapi semuanya tetap terencana.
Pasar saham pun seharusnya demikian.
Sayangnya banyak investor justru ingin kaya dalam hitungan minggu. Baru membeli saham hari ini, besok berharap naik 20%. Ketika turun sedikit langsung PANIK.
Padahal KEKAYAAN terbesar di pasar modal lahir dari KESABARAN yang dikombinasikan dengan keputusan yang benar, bukan dari kecepatan transaksi.
“Investor terbaik bukan yang paling sering membeli dan menjual, tetapi yang paling lama mampu mempertahankan kepemilikan pada bisnis yang berkualitas”.
2. MERAWAT Aset Lebih Penting daripada PAMER Aset
Hal yang menarik perhatian saya adalah banyak bangunan, kendaraan, bahkan fasilitas umum di Jepang yang usianya puluhan tahun tetapi tetap terlihat baru.
Mengapa?
Karena budaya mereka bukan membeli yang baru terus-menerus, melainkan merawat yang sudah dimiliki.
Investor juga demikian.
Portofolio bukan sekadar daftar saham.
Portofolio harus dirawat dengan terus mempelajari laporan keuangan, memahami arah industri, memperhatikan tata kelola perusahaan, dan memastikan alasan membeli saham tersebut masih berlaku.
“Jangan sibuk mencari saham baru setiap minggu sementara saham yang sudah dimiliki bahkan tidak dipahami bisnisnya”.
3. Konsisten Mengalahkan Hebat Sesaat
Penduduk Jepang terkenal disiplin.
Mereka melakukan hal kecil yang sama setiap hari selama puluhan tahun.
Di pasar modal, inilah yang disebut compounding.
Menyisihkan dana secara rutin.
Membeli saham berkualitas secara konsisten.
Menginvestasikan kembali dividen.
Terlihat membosankan… Iya… Tetapi justru cara yang membosankan inilah yang dalam jangka panjang menghasilkan kekayaan luar biasa.
4. Kualitas Selalu Mengalahkan Harga
Di Osaka saya melihat banyak toko kecil yang tidak menawarkan harga termurah.
Namun pelanggan tetap datang.
Mengapa?
Karena mereka percaya kualitasnya.
Pasar saham juga demikian, saham murah belum tentu murah, Saham mahal belum tentu mahal.
Yang penting adalah NILAI INTRISIKNYA.
“Lebih baik membeli perusahaan hebat dengan harga yang masuk akal daripada perusahaan buruk hanya karena terlihat murah”.
5. Budaya Malu Melahirkan Tata Kelola
Salah satu hal yang paling saya kagumi adalah rasa tanggung jawab masyarakat Jepang.
Kesalahan kecil saja sering langsung diikuti permintaan MAAF dan PERBAIKAN.
Budaya seperti ini menciptakan kepercayaan.
Dalam investasi, KEPERCAYAAN adalah FONDASI utama.
“Perusahaan dengan TATA KELOLAH yang baik, TRANSPARANSI tinggi, dan MENGHORMATI pemegang saham serta PERTUMBUHANNYA bukan dihasilkan dari HUTANG pada akhirnya biasanya memperoleh VALUASI yang lebih baik dari pada perusahaan yang penuh konflik kepentingan”.
LIHAT JUGA GCG MANAGEMENT
Lihat juga integritas manajemennya.
6. Kota Dibangun untuk Puluhan Tahun, Bukan Besok Pagi
Tokyo tidak dibangun untuk lima tahun.
Mereka membangun sistem transportasi, kawasan bisnis, dan infrastruktur dengan visi puluhan tahun.
Investor juga seharusnya demikian.
Banyak orang terlalu SIBUK memprediksi harga saham minggu depan.
Padahal pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:
Apakah perusahaan ini masih akan BERTAHAN industrinya lima sampai sepuluh tahun lagi ?
Jika jawabannya iya, maka fluktuasi jangka pendek sering kali hanyalah KEBISINGAN.
7. Kesederhanaan Adalah Kekuatan
Hal terakhir yang paling saya rasakan di Jepang adalah kesederhanaan, banyak orang berpenghasilan tinggi tetap hidup sederhana.
Tidak merasa harus menunjukkan kekayaannya kepada orang lain.
Sebagai investor, ini pelajaran yang sangat penting.
“Semakin sederhana gaya hidup kita, semakin besar kemampuan kita untuk terus berinvestasi”.
“Musuh terbesar compounding sering kali bukan pasar, Melainkan gaya hidup yang terus meningkat”.
Perjalanan saya ke Osaka dan Tokyo mengajarkan satu hal yang sangat berharga.
Jepang tidak menjadi negara maju karena satu penemuan besar. Jepang maju karena jutaan orang melakukan hal-hal kecil dengan disiplin setiap hari.
Begitu pula dalam investasi.
Bukan satu transaksi yang akan mengubah hidup kita.
Melainkan ratusan keputusan kecil yang dilakukan dengan disiplin selama bertahun-tahun.
Investasi bukan perlombaan siapa yang paling cepat menjadi kaya.
“Investasi adalah perjalanan panjang untuk membangun kekayaan yang mampu bertahan lintas generasi”
Seperti Jepang, pasar modal juga lebih menghargai konsistensi daripada sensasi.
$IHSG $BBRI $ADRO