Kesempatan Jangka Panjang untuk Beberapa Komoditas

Selamat pagi teman-teman di $IHSG.

Sudah lama saya tidak menulis... dan beberapa hari terakhir, kita melihat tekanan yang cukup besar pada sejumlah komoditas, terutama komoditas yang sensitif terhadap arah suku bunga dan EKSPEKTASI inflasi. Emas, Tembaga, hingga Aluminium mengalami koreksi yang cukup dalam dalam waktu yang relatif singkat.

Tetapi... menurut saya, tekanan ini lebih banyak disebabkan oleh perubahan persepsi pasar terhadap inflasi dan KEBIJAKAN MONETER. Kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah sempat memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi akan kembali naik dan memaksa bank sentral mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga tinggi lebih lama.

Namun kondisi tersebut kini mulai berubah.

Perang telah usai, Selat Hormuz sudah buka, dan harga minyak yang sempat melonjak kini kembali turun ke kisaran USD 6970 per barel. Jika harga energi TETAP terkendali, maka tekanan inflasi global juga berpotensi kembali menurun. Dan ketika inflasi kembali turun, narasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan juga akan mulai melemah.

Dari Dovish ke Hawkish (Sekarang)
Dari Hawkish balik ke Dovish (Nanti di masa depan)

Karena itu, saya melihat pelemahan beberapa komoditas ini lebih bersifat jangka pendek dibanding perubahan tren jangka panjangnya.

Alasannya sederhana...

1. Emas

Secara struktural, dunia masih berada dalam era utang yang terus meningkat. Ketidakpastian geopolitik juga belum benar-benar hilang. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, banyak bank sentral dunia justru menjadi pembeli bersih emas dalam jumlah besar.

Artinya, PERMINTAAN jangka panjang terhadap emas masih sangat kuat.

2. Tembaga

Untuk tembaga, cerita besarnya masih sama.

Elektrifikasi dunia terus berjalan. Kendaraan listrik, pembangunan jaringan listrik, data center, hyperscaler, hingga perkembangan Artificial Intelligence membutuhkan jumlah tembaga yang sangat besar.

Di sisi lain, pasokan baru tidak bertambah dengan cepat.

Kombinasi pertumbuhan permintaan dan keterbatasan supply membuat saya tetap melihat tembaga sebagai salah satu komoditas paling menarik dalam dekade ini.

3. Aluminium

Aluminium memiliki dua cerita menarik.

Pertama, aluminium semakin banyak digunakan sebagai substitusi tembaga di berbagai aplikasi karena pertimbangan biaya.

Kedua, beberapa negara mulai memperketat pasokan bahan baku, khususnya bauksit, yang pada akhirnya dapat membatasi pertumbuhan supply aluminium global.

Hal ini menciptakan dinamika yang cukup menarik untuk jangka panjang.



Tentu saja, dalam jangka pendek harga komoditas dapat bergerak ke mana saja. Tidak ada yang tahu dimana BOTTOM berada.

Namun yang saya lihat hari ini adalah sesuatu yang berbeda.

Saya melihat aset-aset yang memiliki cerita struktural yang kuat, tetapi sedang mengalami tekanan karena kekhawatiran jangka pendek.

Dan seperti yang sering saya sampaikan sebelumnya, kesempatan terbaik biasanya muncul ketika narasi jangka pendek MENUTUPI prospek jangka panjang.

Karena itu, saya pribadi masih bersikap sebagai pembeli (cicil) untuk masa depan.

Saya masih bullish terhadap:

Emas.
Tembaga.
Aluminium.

Selamat beraktivitas teman-teman.

$ADRO $ARCI MDKA AMMN ADMR

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy