Patriot Bond: Tax Firewall atau Tax Amnesty Terselubung?
Lanjutan dari diskusi di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kemarin ada member Pintar Nyangkut yang tanya tentang pembeli Patriot Bond yang katanya bisa bebas dari tuntutan pajak. Pas saya dengar itu, kaget dong. Soalnya dari zaman Soeharto sampai Jokowi, kayaknya ndak pernah ada bond yang bisa dibeli lalu langsung dapat free ticket pajak. Saya pun cari-cari informasi, ternyata memang ada aturan seperti itu di Undang-Undang P2SK revisi 2026, tapi saya belum punya file resminya untuk di-download. Hanya ada potongan pasal saja di berita. Aturan teknisnya dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pun belum saya temukan. Jadi ya sekarang masih harus dibaca sebagai analisis awal, bukan vonis final. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Patriot Bond ini bukan obligasi biasa. Ini surat utang khusus yang dikaitkan dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Danantara sendiri dibuat sebagai badan pengelola investasi yang mengelola, mengoptimalkan, dan mengembangkan aset strategis negara. Jadi Patriot Bond bukan sekadar produk investasi dengan kupon, tetapi instrumen mobilisasi modal untuk mendukung proyek strategis nasional.
Yang bikin menarik bukan kuponnya. Kupon Patriot Bond justru rendah, sekitar 2% per tahun dengan tenor 5 tahun dan 7 tahun. Kalau investor murni mencari yield, jelas ini kurang menarik dibanding Surat Berharga Negara (SBN), deposito tertentu, obligasi korporasi, atau instrumen pasar lain. Tapi benefit Patriot Bond bukan cuma kupon. Benefit utamanya justru ada di perlindungan hukum, perlindungan data transaksi, kemungkinan bisa dijaminkan, potensi insentif, dan nilai strategis bagi investor besar yang ingin masuk ke proyek nasional.
Patriot Bond
ā¢ š®š© Penerbitnya berada di ekosistem Danantara.
⢠š° Nilai penerbitan yang diberitakan sekitar Rp50 triliun dalam dua tranche.
⢠ⳠTenornya 5 tahun dan 7 tahun.
⢠šµ Kuponnya sekitar 2% per tahun.
⢠šļø Dana diarahkan untuk proyek strategis, termasuk proyek keberlanjutan lingkungan seperti pengolahan sampah dan waste to energy (WtE).
⢠š§āš¼ Target awalnya bukan ritel kecil, tetapi pengusaha besar, konglomerat, atau investor besar lewat skema private placement.
Bagian paling sensitif ada pada Pasal 50A. Dari potongan berita yang beredar, Patriot Bond dan Merah Putih Bond masuk kategori surat utang khusus. Pada Pasal 50A ayat 5, negara disebut menjamin dan melindungi pembelian surat utang khusus dari penuntutan pidana umum, pidana khusus termasuk pidana perpajakan, serta gugatan perdata. Ini kalimat yang sangat besar efeknya.
Lalu Pasal 50A ayat 6 disebut mengatur bahwa data dan informasi dari kegiatan pembelian surat utang khusus tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak dan tidak dapat dijadikan alat bukti hukum di pengadilan. Kemudian Pasal 50A ayat 7 membatasi perlindungan itu untuk transaksi di pasar primer. Jadi kuncinya bukan sekadar beli Patriot Bond, tetapi beli di pasar primer.
Dari sini, muncul pertanyaan paling liar. Misalnya ada konglomerat punya duit Rp1 triliun di luar negeri. Uang itu tidak pernah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT), tidak pernah masuk tax amnesty, tidak pernah masuk Program Pengungkapan Sukarela (PPS), lalu uang itu dibawa masuk dan dibelikan Patriot Bond. Apakah otomatis bebas dari kejaran Pajak?
Secara teoritis, Patriot Bond bisa menjadi tax firewall, tetapi belum tentu menjadi tax amnesty sempurna.
Tax firewall artinya data pembelian Patriot Bond itu sendiri tidak bisa dipakai sebagai peluru oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk langsung mengejar pajak. Kalau DJP hanya tahu dari transaksi Patriot Bond bahwa investor membeli Rp1 triliun, maka berdasarkan potongan aturan yang beredar, data itu tidak bisa langsung dipakai sebagai dasar pengenaan pajak atau alat bukti di pengadilan. Inilah bagian yang membuat Patriot Bond terasa seperti punya pagar hukum sangat tebal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Namun tax amnesty sempurna beda cerita. Tax amnesty biasanya secara eksplisit menghapus pajak yang seharusnya terutang, menghapus sanksi administrasi, dan memberi perlindungan pidana perpajakan berdasarkan mekanisme deklarasi harta. Patriot Bond, dari potongan yang tersedia, lebih menekankan perlindungan atas pembelian dan data transaksi. Jadi yang dipagari adalah pintu transaksi pembelian Patriot Bond, bukan otomatis seluruh sejarah asal-usul uangnya.
Contoh
⢠š° Konglomerat punya Rp1 triliun di luar negeri.
⢠𧾠Uang itu tidak pernah dilaporkan di SPT.
⢠š¦ Lalu uang itu dibelikan Patriot Bond di pasar primer.
⢠š”ļø Data pembelian Patriot Bond Rp1 triliun tidak bisa dipakai langsung sebagai dasar pajak atau alat bukti.
⢠š« Tetapi kalau DJP punya bukti lain di luar transaksi Patriot Bond, misalnya data rekening luar negeri, transfer, beneficial ownership, dokumen perusahaan offshore, atau data Automatic Exchange of Information (AEoI), maka risiko pajak lama belum tentu hilang.
Jadi kalau satu-satunya jejak yang terlihat negara adalah transaksi pembelian Patriot Bond, posisi investor bisa menjadi sangat kuat. Negara seperti membuat pagar hukum agar investor besar berani masuk. Tapi kalau ada jejak lain yang sudah dimiliki otoritas pajak, Patriot Bond tidak otomatis menghapus cerita masa lalu.
Di sinilah bedanya uang jadi sulit dikejar dengan uang jadi suci. Dua hal ini mirip di permukaan, tetapi beda secara hukum.
Kalau uang Rp1 triliun itu masuk Patriot Bond, data transaksi pembelian bisa terlindungi. Tetapi asal uang Rp1 triliun itu tetap menjadi pertanyaan kalau ditemukan dari jalur lain. Misalnya ada data bank luar negeri, laporan pertukaran informasi keuangan otomatis, dokumen transfer, transaksi perusahaan cangkang, atau bukti bahwa uang itu berasal dari penghasilan yang tidak pernah dilaporkan. Dalam kondisi seperti itu, perlindungan Patriot Bond belum tentu bisa dipakai untuk menutup semua risiko.
Di dunia, ada beberapa model yang mirip Patriot Bond. Ada yang murni patriotic bond untuk membiayai perang atau negara. Ada yang tax-exempt bond, hanya membebaskan pajak bunga. Ada yang tax amnesty bond, memberi pengampunan pajak kalau uang dideklarasikan dan ditaruh di instrumen negara. Ada juga yang paling mirip Patriot Bond, yaitu bearer bond atau special bond untuk menarik uang gelap masuk ke sistem formal.
Yang paling dekat dengan Indonesia adalah India pada 1981. India pernah menerbitkan Special Bearer Bonds melalui aturan khusus yang secara terang-terangan dibuat untuk menyalurkan black money ke tujuan produktif. Ini sangat brutal secara bahasa hukum. Dalam aturan itu, pemerintah India pada dasarnya mengakui ada uang gelap yang menjadi ancaman bagi ekonomi nasional, lalu dibuatlah obligasi khusus agar pemilik uang gelap mau memasukkan dananya ke instrumen negara.
Model India sangat mirip dengan konsep tax firewall. Pemegang Special Bearer Bonds tidak wajib mengungkap sumber dana pembelian bond. Tidak boleh ada penyelidikan hanya karena seseorang membeli atau memiliki bond tersebut. Fakta pembelian bond juga tidak bisa dipakai sebagai alat bukti dalam perkara pajak atau pidana tertentu. Ini mirip sekali dengan bagian Patriot Bond Indonesia yang datanya disebut tidak bisa dipakai sebagai dasar pajak atau alat bukti hukum. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Namun Mahkamah Agung India waktu itu menegaskan hal penting. Pembelian Special Bearer Bonds tidak otomatis membuat uang gelapnya bebas pajak selamanya. Pajak tetap bisa dikejar kalau otoritas menemukan bukti independen di luar fakta pembelian bond. Jadi logikanya sama seperti simulasi Patriot Bond tadi. Bond-nya tidak boleh dijadikan peluru pajak, tetapi kalau ada bukti lain, otoritas tetap bisa bergerak.
Jadi kalau dibandingkan, India 1981 adalah contoh paling mirip dengan Patriot Bond Indonesia.
ā¢ š®š³ India 1981
Special Bearer Bonds dibuat untuk menarik black money ke instrumen negara. Pembeli tidak perlu menjelaskan sumber dana. Pembelian bond tidak boleh dijadikan dasar penyelidikan atau alat bukti. Tetapi kalau uang gelap ditemukan dari jalur lain, tetap bisa kena pajak.
ā¢ š®š© Indonesia 2026
Patriot Bond dan Merah Putih Bond disebut memberi perlindungan hukum atas pembelian surat utang khusus di pasar primer. Data pembelian disebut tidak bisa dipakai sebagai dasar pengenaan pajak atau alat bukti. Tetapi belum jelas apakah aturan teknisnya akan membuat ini menjadi tax amnesty penuh atau hanya tax firewall.
Contoh kedua yang relevan adalah Argentina 2016. Argentina pernah menjalankan tax amnesty besar. Skemanya lebih eksplisit daripada Patriot Bond. Warga yang punya aset belum dilaporkan bisa mendeklarasikan asetnya. Dalam beberapa skema, pajak satu kali bisa menjadi 0% kalau sebagian dana diinvestasikan ke special Treasury bonds atau instrumen domestik tertentu dengan lock-up beberapa tahun. Program ini sangat besar, bahkan disebut berhasil mengungkap aset tersembunyi dalam jumlah sangat besar terhadap produk domestik bruto (PDB).
Bedanya dengan Indonesia, Argentina memakai model deklarasi. Jadi investor harus membuka harta dan mengikuti mekanisme amnesti. Kalau syarat dipenuhi, pajak dan sanksi bisa dihapus. Ini lebih mirip tax amnesty murni, bukan sekadar perlindungan data pembelian bond.
ā¢ š¦š· Argentina 2016
Lebih dekat ke tax amnesty penuh. Harta tersembunyi dideklarasikan. Pajak bisa rendah atau 0% jika dana ditempatkan dalam obligasi atau instrumen domestik tertentu. Ada perlindungan dari pajak, denda, dan tuntutan tertentu. Ini sih mirip tax amnesty Indonesia di 2025. Argentina belajar dari Indonesia.
ā¢ š®š© Indonesia 2026
Dari potongan Pasal 50A yang beredar, belum terlihat model deklarasi harta seperti tax amnesty biasa. Yang terlihat justru perlindungan atas pembelian surat utang khusus dan data transaksi pasar primer.
Contoh ketiga adalah Amerika Serikat dengan Liberty Bonds. Amerika Serikat pernah menerbitkan Liberty Bonds pada masa Perang Dunia I. Ini benar-benar patriotic bond. Narasinya adalah warga membeli obligasi untuk membantu negara membiayai perang. Sebagian seri Liberty Bonds memberi manfaat pajak atas bunga. Tetapi ini bukan instrumen untuk menyembunyikan uang, bukan tax amnesty, dan bukan perlindungan dari pemeriksaan pajak masa lalu.
ā¢ šŗšø Amerika Serikat
Liberty Bonds adalah patriotism financing. Negara minta rakyat membantu pendanaan perang. Ada tax benefit pada bunga. Tetapi tidak ada free ticket untuk uang gelap.
ā¢ š®š© Indonesia
Patriot Bond juga memakai rasa nasionalisme dan proyek strategis, tetapi bagian perlindungan pajaknya jauh lebih sensitif daripada Liberty Bonds.
Contoh keempat adalah Italia. Italia memberi insentif pajak untuk pembelian obligasi pemerintah. Misalnya bunga obligasi negara dikenakan pajak lebih rendah dibanding investasi finansial biasa. Italia juga membuat beberapa insentif agar rumah tangga domestik mau memegang lebih banyak surat utang negara. Tetapi ini bukan pengampunan pajak atas uang yang tidak dilaporkan. Ini hanya tax incentive biasa. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
ā¢ š®š¹ Italia
Insentif pajak untuk membeli obligasi pemerintah. Tujuannya memperkuat basis pembeli domestik. Tidak ada perlindungan dari kasus pajak lama.
ā¢ š®š© Indonesia
Patriot Bond bukan hanya bicara insentif yield atau pajak bunga. Yang bikin berbeda adalah data pembelian disebut tidak bisa dipakai sebagai dasar pajak atau alat bukti.
Contoh kelima adalah tax-exempt bond biasa di banyak negara. Di Amerika Serikat, obligasi pemerintah federal biasanya bebas dari pajak negara bagian dan lokal. Municipal bond bahkan bisa bebas pajak federal. Di China, pemerintah pernah memberi pembebasan pajak tertentu atas bunga obligasi untuk mengembangkan pasar obligasi. India juga beberapa kali memberi insentif pajak pada obligasi pemerintah untuk menarik investor asing atau domestik. Tetapi semua itu normal dalam dunia obligasi. Benefitnya ada pada bunga atau capital gain, bukan pada asal-usul dana.
Jadi, di negara lain memang ada bond dengan manfaat pajak. Tapi manfaat pajak biasa sangat berbeda dengan perlindungan dari pemeriksaan pajak masa lalu.
Jenis bond
⢠š¢ Kelas 1
Bond biasa dengan kupon. Ini tidak ada benefit pajak khusus. Investor hanya dapat bunga.
⢠š” Kelas 2
Tax-exempt bond. Bunga atau capital gain dapat keringanan pajak. Contohnya Liberty Bonds Amerika, municipal bond Amerika, obligasi pemerintah Italia, dan beberapa obligasi negara lain. Ini normal dan tidak kontroversial berlebihan.
⢠š Kelas 3
Tax amnesty bond. Uang atau aset yang belum dilaporkan dideklarasikan, lalu investor dapat pengampunan pajak jika menaruh dana ke bond atau instrumen tertentu. Argentina 2016 masuk kategori ini.
⢠š“ Kelas 4
Tax firewall bond atau black money bond. Investor tidak wajib membuka sumber dana. Data pembelian bond tidak boleh dipakai sebagai dasar pemeriksaan atau alat bukti pajak. India 1981 masuk kategori ini. Patriot Bond Indonesia, dari potongan aturan yang beredar, terlihat lebih dekat ke kelas ini.
Di sinilah Patriot Bond Indonesia menjadi menarik. Kalau hanya kupon 2%, tidak ada yang spesial. Kalau hanya disebut bond nasional, Amerika pernah punya Liberty Bonds. Kalau hanya tax benefit bunga, banyak negara juga punya. Tapi kalau data pembelian pasar primer tidak bisa dipakai untuk dasar pajak dan alat bukti, maka Indonesia masuk area yang jauh lebih langka dan sensitif. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Benefit Patriot Bond sendiri cukup banyak, tetapi investor harus pisahkan benefit finansial dan benefit non-finansial.
⢠šµ Kupon tetap
Investor mendapat kupon sekitar 2% per tahun. Ini bukan kupon tinggi, tetapi tetap menjadi cash flow rutin.
⢠𧱠Instrumen negara strategis
Patriot Bond bukan obligasi swasta biasa. Instrumen ini berada dalam ekosistem Danantara yang punya mandat investasi strategis negara.
⢠š¦ Bisa dijadikan agunan
Surat utang seperti obligasi pada prinsipnya bisa dijadikan agunan kredit bank, selama bank menerima dan sesuai aturan internal perbankan. Kalau Patriot Bond diterima bank dengan haircut yang menarik, benefit collateral bisa lebih penting daripada kuponnya.
⢠š”ļø Perlindungan hukum pasar primer
Bagian paling besar adalah perlindungan dari penuntutan pidana umum, pidana khusus termasuk perpajakan, dan gugatan perdata atas pembelian surat utang khusus.
⢠𧾠Data transaksi tidak bisa dipakai untuk dasar pajak
Ini benefit yang paling sensitif. Data pembelian di pasar primer disebut tidak bisa dijadikan dasar pengenaan pajak dan alat bukti hukum di pengadilan.
⢠𧩠Peserta tax amnesty dan PPS bisa ikut
Pasal 50A ayat 9 disebut memasukkan wajib pajak yang pernah ikut tax amnesty dan PPS sebagai investor yang bisa membeli surat utang khusus.
⢠š Potensi insentif
Pemerintah disebut tidak mewajibkan pembelian Patriot Bond, tetapi akan membuat instrumen ini menarik lewat insentif. Detail insentifnya masih perlu menunggu aturan teknis.
⢠š¤ Nilai reputasi dan hubungan
Untuk konglomerat, membeli Patriot Bond bisa menjadi sinyal dukungan terhadap agenda pemerintah. Dalam dunia bisnis Indonesia, sinyal seperti ini kadang punya nilai non-finansial yang tidak kecil.
Tapi ada juga hal yang sering disalahpahami.
⢠ā Patriot Bond bukan kupon tinggi
Kupon 2% itu rendah. Kalau tujuan investor murni yield, Patriot Bond kalah menarik.
⢠ā Patriot Bond bukan otomatis bebas pajak kupon
Belum ada detail final soal pajak kupon yang bisa dibaca jelas. Jangan langsung menganggap semua pajak atas imbal hasil juga bebas.
⢠ā Patriot Bond bukan wajib beli
Isu orang kaya dengan tabungan di atas Rp3 miliar wajib beli Patriot Bond atau Merah Putih Bond sudah dibantah. Narasi resminya bukan paksaan, tetapi insentif.
⢠ā Patriot Bond bukan sabun cuci uang absolut
Kalau uang berasal dari tindak pidana lain atau ada bukti lain di luar pembelian Patriot Bond, risikonya belum tentu hilang. Ini bukan mesin cuci otomatis.
⢠ā Perlindungan hanya disebut untuk pasar primer
Kalau investor membeli di pasar sekunder, perlindungannya belum tentu sama. Ini penting karena banyak orang sering menyamaratakan semua transaksi obligasi.
Kalau dibaca dari sudut pandang negara, Patriot Bond ini seperti jalan tengah yang cukup berani. Negara butuh dana besar untuk proyek strategis, tetapi tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), utang biasa, atau pajak. Di sisi lain, banyak uang besar milik pengusaha Indonesia yang mungkin berada di luar negeri, tidak produktif untuk ekonomi domestik, atau tidak nyaman masuk sistem formal. Maka dibuatlah instrumen yang memberi rasa aman sangat besar kepada pembeli.
Kalau dibaca dari sudut pandang konglomerat, Patriot Bond bisa menjadi paket yang menarik walaupun kuponnya kecil. Kupon 2% jelas tidak menggoda kalau dibandingkan return pasar. Tetapi kalau pembelian Patriot Bond memberi perlindungan data transaksi, potensi agunan, reputasi, dan hubungan baik dengan negara, maka hitungannya bukan lagi sekadar yield. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Investor harus melihatnya dalam tiga lapis.
Lapis pertama adalah uang masuk Patriot Bond. Pada lapis ini, transaksi pembelian di pasar primer tampaknya dilindungi. Data pembelian tidak bisa dijadikan dasar pajak atau alat bukti.
Lapis kedua adalah asal-usul uang. Pada lapis ini, Patriot Bond belum tentu menyelesaikan semua masalah. Kalau asal dana ditemukan dari bukti lain, risiko lama bisa tetap hidup.
Lapis ketiga adalah hasil investasi ke depan. Kupon, pelaporan aset, perlakuan pajak setelah pembelian, dan mekanisme perpindahan hak masih harus menunggu dokumen final dan aturan teknis yang lebih jelas.
Jadi kalau ada yang bilang Patriot Bond membuat uang Rp1 triliun otomatis bebas pajak, itu terlalu menyederhanakan. Tapi kalau ada yang bilang Patriot Bond tidak punya efek perlindungan pajak sama sekali, itu juga terlalu polos. Yang paling pas, Patriot Bond bisa membuat data transaksi pembelian di pasar primer menjadi tidak bisa dipakai untuk mengejar pajak. Itu sudah benefit luar biasa besar.
Masalahnya, apakah perlindungan itu sama dengan pengampunan pajak total? Belum tentu. Tax amnesty itu menghapus kewajiban masa lalu lewat deklarasi dan tarif tertentu. Patriot Bond, dari potongan aturan yang tersedia, lebih seperti pagar hukum atas transaksi pembelian. Jadi ini lebih mirip tax firewall daripada tax amnesty murni.
Secara moral hazard, instrumen ini jelas kontroversial. Wajib pajak biasa yang lapor SPT tiap tahun bisa merasa aneh. Orang yang patuh pajak harus bayar pajak, sementara orang yang punya dana besar dan belum jelas asalnya bisa masuk lewat surat utang khusus dengan perlindungan tebal. Dari sisi keadilan pajak, ini sangat mudah diperdebatkan.
Tapi dari sisi realpolitik ekonomi, negara mungkin sedang berkata begini. Daripada uang besar tetap parkir di luar negeri dan tidak masuk ekonomi nasional, lebih baik dibuatkan jalur masuk dengan pagar hukum, kupon rendah, dan diarahkan untuk proyek strategis. Negara dapat pembiayaan murah. Konglomerat dapat perlindungan. Proyek nasional dapat dana. Pajak mendapat dilema.
Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia bukan satu-satunya negara yang pernah membuat instrumen seperti ini. Namun bentuk Indonesia termasuk sangat agresif kalau benar Pasal 50A diterapkan seperti potongan berita yang beredar. Amerika punya patriotic bond, tetapi tidak memberi pagar pajak atas uang gelap. Italia punya insentif pajak bond, tetapi bukan pengampunan pajak. Argentina punya tax amnesty bond, tetapi lewat deklarasi harta. India 1981 adalah yang paling mirip, karena sama-sama membuat pembelian bond tidak bisa dipakai sebagai dasar penyelidikan atau alat bukti, sambil tetap membuka ruang pajak jika bukti ditemukan dari jalur lain.
Jadi Patriot Bond bukan instrumen yield. Patriot Bond adalah instrumen strategis. Kuponnya kecil, tetapi benefit politik, hukum, agunan, dan perlindungan data transaksinya bisa jauh lebih besar dari kupon. Untuk investor ritel biasa, instrumen seperti ini mungkin tidak menarik. Untuk konglomerat dengan dana besar, apalagi dana yang selama ini belum nyaman masuk sistem, Patriot Bond bisa menjadi pintu yang sangat menggoda.
Kalau ada konglomerat punya Rp1 triliun di luar negeri dan belum pernah lapor pajak, lalu membeli Patriot Bond di pasar primer, maka data pembelian Patriot Bond itu kemungkinan besar tidak bisa dipakai langsung oleh DJP untuk mengejar pajak. Tapi uang itu belum otomatis berubah menjadi suci selamanya. Kalau otoritas punya bukti lain di luar transaksi Patriot Bond, risiko pajak dan hukum bisa tetap muncul.
Jadi jangan bilang Patriot Bond adalah free ticket pajak total. Lebih pas disebut tiket masuk ke ruangan khusus yang pintunya dijaga negara. Di dalam ruangan itu, data pembelian aman. Tapi kalau di luar ruangan masih ada jejak lama yang tercecer, ceritanya belum tentu selesai.
Harapan investor saham begini
1. Konglomerat beli Patriot bond Danantara
2. Danantara pakai dana dari Patriot Bond itu untuk beli saham IHSG.
3. IHSG meroket.
4. Investor IHSG cuan
Tamat.
Tapi ada juga bad scenario dimana duitnya dipakai kawan Dadan. Semoga ini tidak terjadi. šæ
This is not financial advice. Ini bukan rekomendasi penasihat investasi untuk jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBCA $BBRI $BMRI