Big banks menarik tetapi saham commodities jauh lebih menarik.

The case against big banks.
Big banks itu seperti pegang mikroekonomi Indonesia, kalo mikro is doing well maka big banks akan doing well.

Tapi emangnya mikro doing well?
Daya beli jeblok, lipstick effect, GDP 5.6% didukung govt spending, without increase in govt spending taon depan GDP cuma grow 4.2%

Apalagi profitability berkurang.
Kredit mikro bunga 24% dipaksa turun jadi 9% padahal bunga itu memang harus tinggi buat balik modal. Risky. NPL naik

Big banks bukan pilihan yang jelek.
Harganya murah, dividen yield besar.
Dan ada buyback puluhan T. Jadi harga stabil.

Oleh karena itu, jika ada perusahaan commod yang eksportir, income ny dolar, COGS nya rupiah, dan PE nya lebih murah dari pada big banks, apalagi bagi dividen, tidak ada reason untuk hold big banks kecuali Anda2 ini Black Rock, Vanguard, Syailendra.

Bahkan, ada satu loh yang PE nya sampe 2 koma.
Forward PE, bukan annualized atau TTM. Dan bagi dividen.
Bukan one time tapi recurring. Bukan glitch. Utang tidak segunung. Emang salah harga aja. Market cap puluhan triliun, transaksi harian ratusan miliar.

Saya paling males perusahaan yang PE nya selama 10 tahun 5 koma.
Jika selama 10 tahun perusahaan dipergangkan dengan PE 5 koma maka memang takdirnya di harga PE 5 koma.
Berbeda dengan perusahaan yang PE nya 20 koma, lalu karena growth yang sangat eksplosif, PE nya jadi 5 koma.
Perusahaan itu, jika punya growth yang serupa, dan continual, maka layak diperdagangkan lagi di PE 20 koma. Jadi bisa naik 4x lipat.

Ingat, PE itu harus dihitung ke depan.
Price is what you pay but value is what you get.
Kalo cuma liat harga turun beli, harga naik jual, itu namanya akuntan bukan value investor.

Bisakah kalian menemukan emiten yang demikian? 馃榿馃榿

Read more...
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy