📰 APBN Cetak Defisit 0,64% terhadap PDB per April 2026
▪️ Kementerian Keuangan pada Selasa (19/5) mengumumkan bahwa defisit APBN 2026 per April 2026 mencapai Rp164,4 T, setara 0,64% terhadap PDB.
▪️ Defisit tersebut melebar dibandingkan realisasi APBN 2025 per April 2025 yang masih mencetak surplus 0,02% terhadap PDB, meski membaik dibandingkan realisasi APBN 2026 per Maret 2026 yang mencatat defisit 0,93% terhadap PDB.
▪️ Keseimbangan primer APBN 2026 per April 2026 tercatat surplus Rp28 T pada akhir April 2026, dibandingkan surplus Rp173,9 T pada APBN 2025 per April 2025 serta berbalik dari defisit Rp95,8 T pada APBN 2026 per Maret 2026.
▪️ Realisasi APBN 2026 per April 2026 dipengaruhi oleh penerimaan negara yang tumbuh +13,3% YoY seiring kenaikan penerimaan pajak sebesar +16,1% YoY, sementara belanja negara melonjak +34,3% YoY.
▪️ Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah optimistis penerimaan negara akan membaik pada tahun ini, sehingga dapat menekan interest expenditure–to–revenue ratio — metrik yang dipantau oleh perusahaan pemeringkat kredit seperti S&P.
[Sumber: Bloomberg, CNBC Indonesia]
_______
Stockbit