"Orang Desa Ga Pake Dollar"
Pada kesempatan ini izinkan saya sedikit menumpahkan isi kepala saya mengenai pernyataan yang terhormat pak presiden Prabowo belakangan ini yang cukup kontroversial, yakni...
"Orang desa ga pake dollar"
Yang dimana menurut saya merupakan sebuah statement yang simple tapi agak disayangkan dan justru tidak diperlukan kala kondisi ekonomi seperti ini
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa:
-Saya bukan buzzer
-Saya dari dulu ga punya interest di politik
-Segala hal yang berkaitan dengan ekonomi, tentu menjadi concern bagi saya sebagai investor
Pendapat simple saya ini sebenarnya sudah saya tuangkan di Instagram story saya, feel free to follow me by clicking the link below (kebetulan saya memang suka share mengenai ekonomi hingga saham lewat Insta story). Tapi kali ini, isi kepala saya juga ingin saya tuangkan di forum @Stockbit ini
Instagram: James.Jayadi
Link Insta: https://cutt.ly/ltV73kGt
===============================
"Orang Desa Ga Pake Dollar"
Disaat mendengar kalimat di atas, mungkin kaum menengah dan ke bawah, hingga kaum yang tidak mengerti ekonomi bakal anggap pernyataan tersebut dengan sepele
Mereka tidak tau bahwa 1 kalimat ini bukannya memperbaiki masalah yang ada terkait ekonomi, tapi malah menjadi sebuah statement yang disayangkan dari seorang pemimpin tertinggi suatu negara dan justru memperkeruh masalah yang ada (at least dari POV saya sebagai investor)
Nothing personal with president Prabowo, saya tau bapak sebenarnya orang baik, tapi cukup disayangkan selama ini kala ada kepanikan pasar, bapak selalu memberikan statement kontroversial yang justru memperkeruh keadaan (terkait "saham itu judi" di masa lalu dan juga "orang desa ga pake dollar" kali ini)
Terkait orang desa ga pake dollar, yakinkah bapak bahwa impact kenaikan dollar tidak akan terasa oleh orang desa simply karna tidak dipakai orang desa? Kalau menurut saya...
1. Energy nasional BBM kita sampai sekarang masih mengandalkan impor, yang dimana pembeliannya tentu dengan menggunakan "USD"
2. Semakin tinggi USD, makin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk impor BBM (In fact, impor kita bukan terhadap BBM saja, melainkan juga terhadap berbagai barang dan jasa), otomatis kenaikan USD yang semakin tinggi bakal memperparah defisit APBN yang sudah ada
3. Di saat biaya impor BBM naik, biaya tersebut bakal di pass on ke masyarakat melalui kenaikan harga di pom bensin. Yes, mungkin pemerintah bisa kasih subsidi, tapi dengan fakta APBN kita sedang defisit, yakinkah bisa memberikan subsidi terus menerus? dengan tidak memberikan subsidi, maka harga bensi dan sebagainya akan naik, jadi maju kena, mundur kena (Tinggal pilih saja preferensinya yang mana)
4.Yang naik transportasi dan membayar barang dan jasa bukab hanya orang kota dan kaum menengah, tetapi juga orang2 desa yang juga membutuhkan transportasi untuk pergi dari tempat ke tempat hingga mendapatkan supply barang dan jasa dari kota2 besar
5.Naikan harga BBM hingga barang dan jasa, at the end of the day bakal ningkatin inflasi di Indonesia (secara nasional)
Jadi pertanyaan saya adalah...
Apakah bapak yakin kenaikan dollar tidak akan berimbas kepada orang desa walaupun keseharian mereka tidak menggunakan dollar? think twice
=============================
"The Answer: Investor Trust"
Selain itu, kita semua tau ada beberapa hal yang mencari concern para pelaku pasar, yakni:
1. Rupiah anjlok
Kenapa? investor asing tanpa jual untung asetnya di Indonesia sekalipun bakal auto loss saat Dollar naik
2. APBN defisit
Kenapa? Kalau pengeluaran negara lebih besar dari dari pemasukannya, apakah ideal buat investor tanam modalnya di Indonesia?
3. Performance IHSG jadi yang terburuk di dunia
Kenapa? IHSG cerminan ekonomi Indonesia (at least di berbagai sisi)
4. Dan berbagai masalah lainnya
Masalah2 ini sebenarnya sangat bisa diatasi dengan 2 kata di bawah, yakni:
"INVESTOR TRUST"
Apabila pemerintah bisa jaga kepercayaan investor asing (maupun lokal), maka aliran dana investasi bakal kembali masuk ke ekonomi Indonesia (Investment merupakan salah satu faktor naik turunnya GDP)
Di saat investor asing dan lokal percaya pada Indonesia dan merasa investasinya akan aman (at least stable), mereka bakal tanam modal mereka di Indonesia melalui berbagai aset, dengan cara menukarkan Dollar mereka dengan Rupiah, otomatis kita bisa tekan turun kenaikan dollar dan naikin kembali nilai tukar Rupiah (Again, investment merupakan salah satu faktor naik turunnya GDP)
Di saat Rupiah menguat, maka biaya untuk impor BBM hingga barang dan jasa pun akan jauh lebih murah, otomatis kita bisa memperkecil lebar defisit yang sudah ada (Net export import merupakan faktor naik turunnya ekonomi), sehingga anggaran surplusnya bisa kita alokasikan ke hal2 yang bisa dongkrak ekonomi kita (Government spending merupakan salah satu faktor naik turunnya GDP)
Di saat Rupiah menguat dan biaya impor BBM hingga barang dan jasa menurun, otomatis kita bisa turunkan potensi inflasi terhadap harga barang dan jasa, masyarakat pun jadi bisa lebih hemat dan punya purchasing power lebih kuat untuk belanja di hal lain guna dongkrak ekonomi (Consumption merupakan salah satu faktor naik turunnya GDP)
Dengan demikian, maka kepercayaan investor ke pasar modal kita pun akan kembali, alhasil akan terjadi inflow dana asing (maupun lokal) ke pasar modal kita, yang dimana harapannya bisa menciptakan rebound
However...
Sayangnya saya pribadi belum melihat aksi nyata dari pemerintah untuk bahkan mengambil kembali kepercayaan investor asing dan lokal. Bukannya berupaya mengambil kepercayaan investor, malah memberikan statement yang sangat disayangkan dan tidak diperlukan kala kondisi ekonomi seperti ini
Anyway, that's all for now from me, murni hanya opini saya sebagai pelaku pasar yang menginginkan yang terbaik untuk Indonesia
=============================
"Instagram"
Kebetulan saya suka share mengenai ekonomi hingga saham melalui Insta story saya, feel free to follow me by clicking the link below
Siapa tau dapat hint emiten 馃槈
Instagram: James.Jayadi
Link Insta: https://cutt.ly/3tV73kX0
Random tags:
$BBCA $ADRO $BUMI
