📝 BIPI Meeting Takeaways: Arah Transformasi Perusahaan ke Depan
Stockbit mengadakan Closed Door Meeting dengan Astrindo Nusantara Infrastruktur ($BIPI) pada Rabu (6/5). Berikut rangkuman hasil pertemuan tersebut:
Strategi Transformasi Kedepan
▪️BIPI bergerak dalam bidang pertambangan batu bara, jasa pelabuhan, dan jasa pertambangan dan lainnya. Dalam 3 tahun ke depan, manajemen BIPI mengekspektasikan ~50% pendapatan bersumber dari segmen non–batu bara.
▪️Segmen non–batu bara yang menjadi fokus BIPI saat ini antara lain: 1) mini–LNG plant; 2) geotermal; dan 3) waste–to–energy (WTE).
▪️Manajemen memperkirakan kebutuhan capex untuk proyek–proyek non–batu bara tersebut mencapai US$5 miliar dalam 3–4 tahun ke depan, dengan porsi terbesar ditujukan untuk proyek geotermal. Total capex tersebut dapat berasal dari utang dan equity, termasuk kerja sama dengan partner.
▪️Manajemen membuka peluang untuk menggandeng mitra untuk mengerjakan proyek–proyek tersebut. Selain grup Bakrie, manajemen mengindikasikan akan ada potensi pengumuman kerja sama dengan grup lain yang bergerak di sektor yang sama.
▪️Opsi pendanaan yang lain yang dipertimbangkan adalah rights issue, namun detail waktu dan besarannya belum diumumkan.
▪️Divestasi aset tambang batu bara juga menjadi opsi pembiayaan hanya jika mendapatkan penawaran harga diatas nilai buku.
Ekspansi Mini LNG Plant sebagai Katalis Jangka Pendek–Menengah
▪️Pembangunan mini LNG plant di Sidoarjo dengan supply gas dari blok Kangen ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 dan dapat mulai beroperasi ~2 bulan setelahnya. Kapasitas awal fasilitas tersebut mencapai 2,5 MMSCFD dengan target EBITDA ~US$6 juta. Kapasitas akan ditingkatkan hingga 22,5 MMSCFD, dengan peningkatan sebesar 10 MMSCFD per tahun.
▪️Plant berikutnya direncanakan di Batam dan Sumatra Utara dengan akses gas melalui Energi Mega Persada ($ENRG) dan durasi pembangunan setiap plant selama 12 bulan.
Geotermal sebagai Katalis Jangka Panjang
▪️Perseroan sedang mengincar potensi ekspansi ke geotermal dengan lokasi tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, dan Sumatera Selatan, dengan potensi kapasitas sekitar 100–200 MW.
▪️Perseroan saat ini sedang fokus melakukan studi lanjut dan drilling di daerah–daerah tersebut untuk memastikan potensi energi dengan target minimal 55 MW. Jika berjalan dengan lancar, proyek geotermal ditargetkan untuk beroperasi secara komersial pada 2031.
WTE sebagai Pelengkap Portfolio
▪️Perseroan baru membeli 20% saham di PT Maharaksa Energi Hijau dan PT Indoplas Energi Hijau, yang keduanya merupakan perusahaan pengolahan limbah dan energi milik Maharaksa Biru Energi ($OASA). Ke depan, BIPI menargetkan 2–3 proyek WTE.
__________
Investment Analyst Team Stockbit