Kenapa performa IHSG tahun ini jeblok bgt?
IHSG YTD sudah turun 17% lebih. Jelek bgt. Apa sebabnya? Jawaban gampangnya ya gara2 perang di Iran. Tiap kali Trump bilang mau damai, IHSG naik. Nanti wkt nggak jadi damai, turun lagi. Kenyataannya 2 bulan terakhir seperti itu. Sy sampai males analisa saham, ujung2nya naik turun tergantung Trump bilang apa.
Tapi kalau dibilang gara2 perang, negara2 lain efeknya nggak gede2 amat. S&P malah ATH. Sy cek bbrp index saham negara2 berkembang juga turun nggak banyak2. India YTD -7%, Brazil naik 15%, Malaysia naik 2%, Singapore naik 5%. Nggak ada yg kayak kita turun belasan persen. Terus gara2 apa?
Padahal kalau kita lihat harga komoditas naik banyak. Negara kita kan negara pengekspor komoditas. Dari dulu kalau harga komoditas tinggi maka ekonomi akan jalan, IHSG akan naik.
Jadi sy coba cari saham2 apa yg turun banyak, yg menyeret IHSG. Faktor apa yg sama pada saham2 tsb. Perhatikan saham2 berikut, beserta return YTD nya.
BBCA -26%
BBRI -16%
BMRI -13%
TLKM -17%
ASII -10%
DSSA -57%
AMMN -19%
BRPT -40%
TPIA -24%
BBNI -13%
GOTO -14%
CUAN -44%
AMRT -31%
CPIN -9%
INDF 1%
UNTR 3%
BREN -51%
BRMS -25%
Serem kan hasilnya? Apa kesamaan saham2 di atas? Mereka adalah penghuni MSCI per November 2025. Perhatikan pula bahwa mereka juga adalah saham2 dengan kapitalisasi besar, makanya ketika mrk turun, menyeret IHSG
Sekarang bandingkan dengan saham2 komoditas. Ini sy sampling acak aja dari batu bara, emas, aluminium, CPO, nikel, timah, minyak.
ADRO 35%
MDKA 49%
ADMR 19%
EMAS 70%
ARCI -3%
TAPG 39%
LSIP 45%
TINS 16%
MEDC 33%
BSSR 0%
NICL -26%
ANTM 23%
Cemerlang kan? Ini sampling acak saja, saham2 komoditas lain mungkin nggak sebagus ini. Tapi jelas jauh lebih bagus dari yg penghuni MSCI Nov 25.
Jadi penyebab IHSG jeblok tahun ini jelas. Investor kabur dari saham2 MSCI. Mungkin takut kalau kita sungguhan di-downgrade ke Frontier Market. Misalnyatetap di Energing pun, ada kemungkinan banyak saham2 yg berubah bobotnya, atau bahkan keluar dari MSCI. Gara2 masalah free floating. Jadi utk cari aman, ya dari skrg keluar dulu. Nanti kalau sudah ada kepastian baru masuk lagi. Faktor2 lain yg juga ngefek tentu adalah Rupiah yg terus melemah, dan keadaan fiskal kita yg memang serem. Tapi kelihatannya faktor MSCI ini yg dominan.
Utk saham2 non MSCI tentu sedikit banyak pasti terpengaruh juga. Ada aliran dana keluar YTD sekian puluh triliun, pasti ada efeknya ke semua saham. Tapi faktor yg paling dominan tetap faktor fundamental. Saham2 komoditas yg saat ini diuntungkan dari harga komoditas yg lagi tinggi, dan Rupiah yg lemah (jualan komoditas pakai dolar) sangat menguntungkan bagi emiten2 komoditas. Makanya YTD return bagus, walaupun secara keseluruhan IHSG jeblok. Saham komoditas yg masuk MSCI (AMMN, BRMS, UNTR) juga jeblok padahal komoditas. Menunjukkan kuatnya efek negatif MSCI ini.
IHSG jeblok gara2 MSCI ya nggak boleh ngomel. Ini salah kita sendiri, kebanyakan saham gorengan. Yg di atas (OJK dan BEI) membiarkan adanya goreng2an ini. Yg di bawah (investor) juga sukanya makan gorengan. Ya sudah, dijalani saja.
Jadi apa yg sebaiknya kita lakukan sekarang?
Utk pasar secara keseluruhan nampaknya mesti nunggu sampai Juni, wkt MSCI ambil keputusan. Kalau ntar Juni kita tetap di emerging market, dana asing akan balik lagi. Sekarang keluar banyak gara2 MSCI, berarti kalau nanti masalah MSCI selesai, ya logikanya dana akan balik lagi.
Utk saham2 dengan fundamental bagus, ya mestinya masih bisa untung. Sekarang ini kalau sy lihat yg paling untung ya emiten2 komoditas. Harga komoditas lagi tinggi, ditambah Rupiah lagi melemah. Jualan dalam USD kalau dirupiahkan dapat lebih banyak. 馃槑
Semoga bermanfaat 馃檪
$IHSG $BBCA $ANTM
1/5




